Ribuan umat Budha ikuti prosesi Asalha

Elshinta.com, Ribuan umat Budha dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti prosesi Asalha Mahapuja sejauh 3,5 Km, dari candi Mendut menuju candi Borobudur Magelang Jateng. Prosesi yang berlangsung Minggu (23/7) disaksikan secara antusias oleh warga setempat maupun wisatawan yang sengaja datang ke Candi Borobudur dan sekitarnya.

Update: 2023-07-24 21:03 GMT
Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.

Elshinta.com - Ribuan umat Budha dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti prosesi Asalha Mahapuja sejauh 3,5 Km, dari candi Mendut menuju candi Borobudur Magelang Jateng. Prosesi yang berlangsung Minggu (23/7) disaksikan secara antusias oleh warga setempat maupun wisatawan yang sengaja datang ke Candi Borobudur dan sekitarnya.

Prosesi Asalha berbeda dengan prosesi Waisak meskipun menempuh rute yang sama. Prosesi ini untuk mengingatkan umat Budha pada satu momentum yang penting, dimana untuk pertama kalinya sang Budha Gautama menyampaikan ajarannya.

Dalam prosesi ini, nampak umat secara khidmad berjalan kaki sambil membawa bunga sedap malam. Mereka mengiringi Kitab Suci Tipitaka yang diarak menggunakan tandu. Juga kereta kencana Mahadhatu, yang di rancang  khusus oleh Bante Sri Pannavaro mahatera, Pimpinan Vihara Mendut yang juga Kepala Sangha Theravada Indonesia.

Para peserta kirab terdiri dari barisan tiap daerah, organisasi, gunungan, peserta pembawa kitab suci dan  simbol Asalha Mahapuja.

Prosesi  ini merupakan rangkaian Tipitaka chanting dan  Puja Bakti Agung Asadha atau Asalha Maha Puja 2567 BE/2023.

Ketua pelaksana Indonesia Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2567 BE/2023 S Tonny Coason mengatakan, prosesi ini sebagai penutup dari rangkaian kegiatan. "Sama halnya dengan Waisak, hanya saja latar belakangnya berbeda. Prosesi laku spiritual yang ada pada Waisak bertujuan untuk memperingati tiga peristiwa dalam kehidupan Sang Buddha. Sedangkan prosesi pada Asalha Mahapuja untuk memperingati hari pertama Sang Buddha membabarkan Dhamma atau ajarannya," terangnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Senin (24/7). 

Tags:    

Similar News