Konferensi Perawat Onkologi se-Asia digelar di Bali 

Elshinta.com, Konferensi Asosiasi Perawat Onkologi se-Asia atau Asian Oncology Nursing Society (AONS) melakukan pertemuan internasionalnya yang berlangsung  di Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Pertenmuan yang berlangsung setiap dua tahun sekali tersebut diselenggarakan sejak 2-4 Agustus 2023.

Update: 2023-08-03 19:35 GMT
Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.

Elshinta.com - Konferensi Asosiasi Perawat Onkologi se-Asia atau Asian Oncology Nursing Society (AONS) melakukan pertemuan internasionalnya yang berlangsung  di Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Pertenmuan yang berlangsung setiap dua tahun sekali tersebut diselenggarakan sejak 2-4 Agustus 2023.

Dalam kesempatan ini, Indonesia diberikan kepercayaan menjadi tuan rumah dari Asian Oncology Nursing Society Conference. Sementara itu penyelenggaraan tahun ini mengusung tema Caring, partnership & collaboration in oncology nursing.

Demikian menurut keterangan yang disampaikan Ketua Himpunan Perawat Onkologi Indonesia (HIMPONI) Dr. Kemala Rita Wahidi, SKp, Sp.Kep.Onk., MARS, ETN, FISQUA saat menggelar acara jumpa pers.

“Konferensi Asosiasi Perawat Onkologi Asia ke-6 idihadiri 400 perawat dari 16 negara,” kata Ketua Himpunan Perawat Onkologi Indonesia (HIMPONI), Kemala Rita Wahidi di Bali, Rabu (2/7). 

Ia menjelaskan ratusan perawat yang datang secara langsung mengikuti konferensi diantaranya berasal dari Thailand, China (Tiongkok), Korea Selatan, Brunei Darussalam, Vietnam, Malaysia, Singapura, Taiwan dan juga negara lainnya.

Ia menambahkan, fokus program transformasi penyakit besar ada 4, meliputi jantung, kanker, stroke dan urolog. Menurutnya, para perawat selama itu juga melakukan sejumlah terobosan-terobosan untuk berkontribusi kedalam program pemerintah, khususnya transformasi kesehatan.

Ia menjelaskan, sangat disayangkan dalam kasus penyakit kanker, kebanyakan para penderita kanker yang datang berobat atau berkonsultasi telah memasuki stadium lanjut yaitu stadium 3 dan stadium 4. 

“Bagi penderita kanker stadium lanjut (stadium 3 dan stadium 4), kami sudah tidak dapat melakukan pengobatan untuk kesembuhan lagi, khususnya bagi penderita kanker stadium lanjut,” jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Kamis (3/8). 

“Yang kami lakukan harus tetap menjaga bagaimana kondisi pasien tersebut tetap dapat makan minum tanpa merasakan kesakitan karena ada kanker pada tubuhnya,” pungkasnya.

Tags:    

Similar News