Begini kondisi jembatan yang harus dilintasi siswa SD di Kampung Ciderengdeng, Cianjur

Elshinta.com, Sejumlah siswa sekolah dasar di Kampung Ciderengdeng, Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat harus ekstra hati-hati untuk dapat sampai di lokasi sekolah tempat mereka belajar.

Update: 2023-08-14 19:22 GMT
Sumber foto: A Purwanda/elshinta.com.

Elshinta.com - Sejumlah siswa sekolah dasar di Kampung Ciderengdeng, Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat harus ekstra hati-hati untuk dapat sampai di lokasi sekolah tempat mereka belajar.

Para siswa itu terpaksa harus menyeberangi jembatan yang terbuat dari anyaman bambu yang sudah reyot yang membentang di atas Sungai Cilaki.

Untuk dapat sampai tepat waktu di sekolah, para siswa juga terpaksa harus berangkat lebih pagi sekali dengan menyusuri jalanan terjal berbatu.

Kepala Desa Cibuluh, Supriatna kondisi infrastruktur di wilayahnya sudah puluhan tahun tidak tersentuh pembangunan

"Jadi sudah tidak aneh pemandangan anak-anak di saat subuh berduyun-duyun melintasi jembatan ini. Dulu jaman saya SD, tahun 1975 memang sudah menggunakan akses jalan ke situ, jalan utama dan sekarang termasuk akses jalan ekonomi," kata Supriatna, kepada wartawan, Senin (14/8).

Supriatna mengungkapkan, wilayahnya yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Garut cukup terbelakang dengan masih buruknya infrastruktur, baik jembatan maupun jalan.

"Selain anak-anak, warga setempat pun terpaksa menggunakan akses jalan ini menuju Kabupaten Garut, untuk menjual hasil bumi mereka, seperti padi dan rempah-rempah," jelasnya.

Disebutkan Supriatna, terdapat akses jalan yang lebih layak dan aman untuk dilewati. Namun, jaraknya yang lebih jauh membuat warga terpaksa tetap mengakses jalan itu.

"Sedangkan jika melewati akses jalan lain harus memutar dengan jarak 10 Kilometer, kalau lewat jembatan itu hanya 3 Kilometer saja," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, A Purwanda.

Supriatna mengungkapkan, pemerintah desa setempat sudah sering mengajukan permohonan pembangunan infrastruktur jembatan ataupun jalan. Namun, tidak kunjung mendapatkan respon dan tindaklanjut.

"Kita berharap segera adanya pembangunan, karena kondisi ini lebih parah terutama saat musim penghujan. Warga dan siswa, terpaksa harus melintas ditengah derasnya aliran Sungai Cilaki," pungkasnya.

Tags:    

Similar News