Ribuan warga lereng Merbabu gelar kirab budaya gunakan barang bekas
Elshinta.com, Ribuan warga kaki Gunung Merbabu di Desa Penggung, Kecamatan Boyolali Kota, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah sangat antusias dalam melestarikan budaya sekaligus menyambut HUT ke 78 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Elshinta.com - Ribuan warga kaki Gunung Merbabu di Desa Penggung, Kecamatan Boyolali Kota, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah sangat antusias dalam melestarikan budaya sekaligus menyambut HUT ke 78 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka punya cara unik dalam memanfaatkan barang bekas agar menjadi barang yang lebih bermanfaat dan meriah dalam kegiatan. Salah satunya digunakan untuk perlengkapan lomba karnaval yang digelar Minggu (27/8/2023).
Dalam lomba karnaval ini ribuan peserta menyajikan aneka atraksi, kesenian, tradisi, budaya, dan kreativitas lainnya. Menariknya lagi, atribut yang digunakan peserta yakni menggunakan bahan bekas atau limbah sampah rumah tangga.
Limbah tersebut seperti kertas, kardus maupun plastik dibuat topi, baju, mainan, dan aneka aksesoris lainnya. Meski menggunakan limbah namun tak kalah keren dengan bahan lainnya.
"Kegiatan hari ini sebenarnya saya hanya mendukung dari aktivitas warga yang sudah dilaksanakan, cuma ini tak wadahi dengan lomba karnaval tingkat desa," ujar Kepala Desa Penggung, Suyamto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Senin (28/8).
Dijelaskan, lomba karnaval ini merupakan rangkaian kegiatan memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 78 Kemerdekaan Republik Indonesia. Temanya 'Melaju untuk Indonesia Maju'. Peserta sekitar 2.000 orang.
"Keseluruhan RT ada 59 RT, tapi kemarin pendaftar terakhir ada 55 RT tapi ada 2 RT mengundurkan diri, jadi yang ikut lomba ada 53 RT," Kata Kepala Desa Penggung Suyamnto.
Lebih lanjut Suyamto mengatakan, tetap maju untuk Indonesia maju.Tema tersebut adalah tema Nasional ,sehingga break down ke desa desa.
"Harapan kami masyarakat berpartisipasi untuk kemajuan bangsa dan Negara ini.Dan partisipasi masyarakat dalam lomba karnaval kali ini tetap bertema, budaya, kesenian, tradisi dan kreatifitas yang ada di masyarakat." kata Suyamto.