3 September 1945: Sejarah pembentukan Palang Merah Indonesia
Palang Merah Indonesia (PMI) adalah organisasi kemanusiaan yang berfokus pada penyelamatan jiwa, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat dalam situasi darurat, konflik, bencana alam, dan keadaan sulit lainnya.
Elshinta.com - Palang Merah Indonesia (PMI) adalah organisasi kemanusiaan yang berfokus pada penyelamatan jiwa, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat dalam situasi darurat, konflik, bencana alam, dan keadaan sulit lainnya. Secara resmi, PMI berdiri pada 17 September 1945. Namun, ide pembentukan PMI sudah dimulai sejak 3 September 1945, beberapa hari setelah Proklamasi Kemerdekaan RI.
Di Indonesia sendiri, sejarah pembentukan PMI dimulai ketika didirikannya Het Nederland-Indiche Rode Kruis (NIRK) oleh Belanda. Beberapa waktu kemudian, organisasi kesehatan ini lalu berganti nama menjadi Nederlands Rode Kruiz Afdelinbg Indie (NERKAI).
Baca juga Awal pembentukan Palang Merah Indonesia
Dilansir dari idntimes.com, sejak 1932, proposal pendirian Palang Merah Indonesia (PMI) telah dibuat oleh dr. RCL. Senduk dan Bahder Djohan. Proposal ini diajukan pada pada kongres NERKAI pada tahun 1940. Namun, proposal ini ditolak.
Selanjutnya, Ir. Soekarno memerintahkan Menteri Kesehatan dr. Buntaran Martoatmodjo membentuk Palang Merah Nasional pada 3 September 1945. dr. Buntaran membentuk Panitia Lima yang terdiri dari dr. R. Mochtar, dr. Bahder Johan, dr. Joehana, Dr. Marjuki dan dr. Sitanala pada 5 September 1945.
Atas pembentukan tersebut, pada tanggal 17 September 1945 terbentuk Pengurus Besar PMI dengan ketua pertama, Drs. Mohammad Hatta. Tanggal pembentukan ini menjadi peringatan Hari Palang Merah Nasional. Sementara itu, Hari PMI ditetapkan pada 3 September berdasarkan usulan Ir. Soekarno.