Banjir di 8 kecamatan di Aceh Utara mulai surut
Elshinta.com, Banjir yang melanda 8 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara mulai surut, sementara ribuan warga yang terdampak banjir masih bertahan di posko pengungsian pada Rabu (6/9).
Elshinta.com - Banjir yang melanda 8 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara mulai surut, sementara ribuan warga yang terdampak banjir masih bertahan di posko pengungsian pada Rabu (6/9).
Pantauan Kontributor Elshinta, Hamdani di lokasi banjir daerah Gampong (desa) Parang Sikureung tampak PT Pema Global Energi bersama dengan warga melakukan pembersihan desa, serta sampah yang tersangkut disebabkan banjir di jembatan Desa Parang Sikureung.
“Untuk sementara hari ini karena sampah banyak yang di jembatan Parang Sikureung sehingga dari pihak PHE segera melakukan pekerjaan dikarenakan banyak sampah dan limbah yang tersangkut,” ujar Marwan.
Sementara warga yang mengungsi masih menetap di posko pengungsian sehingga mereka belum bisa dipulangkan ke rumah masing-masing yang disebabkan masih terendam banjir hingga ketinggian rata-rata 60 cm.
Marwan selaku pengungsi warga Kec. Matangkuli mengungkapkan rumah yang ditempatinya masih terendam banjir, tetapi sudah mengalami penurunan air sekitar 10 cm hingga 15 cm.
“Untuk hari ini masih banyak yang terendam banjir cuma sudah surut sekitar 10 cm atau 15 cm,” ujar Marwan.
Untuk masalah bantuan, Marwan mengaku belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.
“Untuk sementara pada saat ini pun belum ada dari pemerintah provinsi. Belum ada apa-apa,” kata Marwan.
Diberitakan sebelumnya, banjir diakibatkan luapan air Sungai Krueng Pase, Krueng Keureuto, dan Krueng Peuto sehingga melanda 21 gampong, serta 8 kecamatan yang terendam banjir. Dampaknya sebanyak 1.672 jiwa, atau 524 kepala keluarga terpaksa diungsikan.
Di Kecamatan Lhoksukon ada dua gampong yang masih terendam banjir. Sementara para pengungsi masih mengungsi di posko pengungsian.
Untuk bantuan yang diberikan pengungsi kepada para pengungsi di daerah tersebut yang terdampak banjir yaitu dari donatur desa masing-masing.