Miniatur lokomotif uap terbesar dipajang di Stasiun Yogyakarta 

Para penumpang kereta api di Stasiun Tugu, Yogyakarta mendapatkan suguhan cukup menarik. Karena di Stasiun Tugu, Yogyakarta kini dipajang miniatur lokomotif uap terbesar di Indonesia. 

Update: 2023-09-08 17:05 GMT
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.

Elshinta.com - Para penumpang kereta api di Stasiun Tugu, Yogyakarta mendapatkan suguhan cukup menarik. Karena di Stasiun Tugu, Yogyakarta kini dipajang miniatur lokomotif uap terbesar di Indonesia. 

Hal itu merupakan rangkain roadshow miniatur cetak tridimensi lokomotif uap DD5208 pemecah rekor MURI di Yogyakarta yang dimulai Kamis, 7 - 8 September 2023.

Di Stasiun Yogyakarta, miniatur dengan panjang sekitar 6 meter dengan lebar 80 sentimeter ini dipajang di gedung utama sebelah timur, tepatnya setelah boarding gate dan face recognition boarding gate yang berada di antara peron utara dan selatan. Miniatur lokomotif uap DD5208 tidak ditutupi dengan etalase tetapi terbuka sehingga pengunjung dapat dengan lebih jelas melihat detail dari miniatur lokomotif.

Miniatur lokomotif DD5208 ini memiliki skala 1:4, di mana proses pembuatan miniatur lokomotif ini diawali dengan menggambar 3D modeling tanpa blueprint selama 4 bulan dan hanya dengan melihat referensi foto dan video. Proses tersebut menghasilkan 1.996 komponen yang selanjutnya dirakit hingga menghasilkan bentuk lokomotif DD52 secara utuh.

Lokomotif uap DD52 adalah salah satu jenis lokomotif uap artikulasi “Mallet” dengan ukuran terbesar yang pernah beroperasi di Indonesia. Lokomotif DD52 memiliki panjang 20.792 mm, dengan bobot 136 ton beserta tender dan mampu berjalan dengan kecepatan maksimum 50 km/jamam. Lokomotif ini didatangkan sebanyak 10 unit oleh perusahaan kereta api milik negara, Staatsspoorwegen (SS) sepanjang tahun 1923-1924 dari tiga pabrikan berbeda di Benua Eropa.

Tiga lokomotif pertama merupakan buatan Hannoversche Maschinenbau AG (Hanomag), Hanover, Jerman. Tiga lokomotif berikutnya merupakan buatan Sächsische Maschinenfabrik vormals Richard Hartmann, Chemnitz, Jerman. Sementara itu, empat lokomotif terakhir merupakan buatan Nederlandsche Fabriek van Werktuigen en Spoorwegmaterieel (Werkspoor), Amsterdam, Belanda.

Di dekade 1970an, hanya tersisa dua lokomotif yaitu DD5203 dan DD5208 yang siap operasi. Kedua lokomotif ini beroperasi hingga pertengahan 1970an, dengan keduanya pada akhirnya dibesituakan di akhir 1970an. 

"Dengan begitu, praktis tidak ada lagi sisa dari lokomotif ini untuk dilihat pada hari ini. Hal tersebut yang kemudian mendasari ide dari pembuatan miniatur dan pameran lokomotif ini untuk menyosialisasikan sejarah perkeretaapian di Indonesia sehingga masyarakat dapat lebih mengetahui sejarah keberadaan lokomotif ini di masa lalu," ujar EVP Daop 6 Yogyakarta Bambang Respationo seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Jumat (8/9). 

Selain itu, ia mengatakan kehadiran pameran miniatur lokomotif  terbesar ini juga diharapkan dapat sebagai sarana hiburan bagi penumpang KA di stasiun Tugu yogyakarta.

“KAI mengucapkan terima kasih kepada IRPS, 3D Zaiku, serta para pelanggan kereta api atas terlaksananya Pameran Miniatur Lokomotir Rekor MURI ini. KAI terbuka bersinergi dengan berbagai pihak dalam memberikan kebermanfaatan dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Hal ini sebagai upaya edukasi sejarah perkeretaapian di Indonesia kepada masyarakat,” imbuhnya.

Yogyakarta menjadi kota ketiga yang dikunjungi miniatur lokomotif uap DD5208. Miniatur yang proses pencetakannya berlangsung di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng bekerjasama dengan 3D Zaiku Indonesia dan KAI pada 7 21 Juni 2023 lalu ini awalnya dipamerkan selama satu bulan di Lawang Sewu, Semarang, pada tanggal 3-29 Juli 2023 setelah penganugerahan rekor MURI pada 2 Juli 2023.

Kemudian, miniatur berpindah kota menuju Surabaya. Di Surabaya, miniatur lokomotif uap DD5208 dipamerkan di ruang tunggu penumpang gedung baru Stasiun Surabaya Gubeng pada tanggal 4 28 Agustus 2023.  

Tags:    

Similar News