Ketua DPRD DIY dukung Lanud Adisutjipto garap lahan di area bandara libatkan petani
Lahan yang berada di area Bandara Adisutjipto Yogyakarta sebagian dimanfaatkan untuk dijadikan lahan pertanian. Lahan digarap oleh prajurit TNI AU yang melibatkan para petani untuk menggarap lahan tersebut.
Elshinta.com - Lahan yang berada di area Bandara Adisutjipto Yogyakarta sebagian dimanfaatkan untuk dijadikan lahan pertanian. Lahan digarap oleh prajurit TNI AU yang melibatkan para petani untuk menggarap lahan tersebut.
Komandan Pangkalan TNI AU Adisutjipto, Marsekal Pertama TNI Dedy Susanto menjelaskan lahan yang digarap untuk pertanian adalah lahan yang tidak digunakan untuk faslilitas penerbangan di Lanud Adisutjipto yang luasnya sekitar 60 hektar.
"Tanaman yang ditanam seperti padi, palawija yaitu cabai dan juga ada yang kita tanami buah-buahan,” ujarnya di Lahan Ketahanan Pangan Dispotdirga Lanud Adisutjipto Yogyakarta, Selasa (26/9).
Dalam menggarap lahan tersebut, TNI AU melibatkan sepuluh kelompok tani. Program ini menjadi bagian dari solusi, mengingat tidak sedikit petani kehilangan lahan karena dijual sehingga mereka menjadi petani penggarap.
"Harapan kita petani yang lahannya mungkin sudah dialihkanfungsikan bisa kita ajak mengerjakan lahan Lanud," imbuhnya.
TNI AU juga memiliki lahan di Pangkalan Udara Gading Gunungkidul. Luasnya sekitar 10 hektar. Hanya saja ada kendala keterbatasan air di sana apabila digunakan untuk lahan pertanian.
Pihaknya mengapresiasi kepada Pemda DIY dan DPRD DIY yang mendukung program tersebut. Diharapkan kegiatan tersebut mendapat support dari pemerintah daerah, karena memang hasil pertanian di lahan Lanud Adisutjipto juga akan kembali ke masyarakat Yogyakarta.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD DIY Nuryadi mengatakan dengan sinergi antara Pemda DIY dengan Lanud Adisutjipto dalam menggarap lahan dengan tetap mengedepankan koridor aturan dapat meningkatkan kesejahteraan warga. Apalagi lahan pertanian di DIY yang semakin berkurang akibat alih fungsi lahan.
"Ada petani tidak punya lahan, kita (DPRD) dan Pemda DIY punya tanggung jawab," kata Nuryadi.
Peluang kerja sama ini sama sekali bukan untuk kepentingan individu melainkan masyarakat banyak demi suksesnya program ketahanan pangan di Yogyakarta. Apalagi jumlah warga miskin di provinsi DIY masih menjadi fokus perhatian.
"Alih fungsi lahan pertanian setiap tahun mencapai 150-200 hektar," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sugeng Purwanto mengatakan dengan merealisasikan ketahanan pangan dapat menghindari bencana kelaparan. Realisasi ketahanan pangan juga dapat meningkatkan kesejahteraan warga. Kerja sama pemanfaatan lahan Lanud Adisutjipto untuk program ketahanan pangan bisa menjadi solusi mengatasi derasnya laju alih fungsi lahan pertanian.
"Kami menyamnut positif kerja sama Pemda DIY dengan Lanud Adisutjipto, yang pada tataran operasionalnya tetap dilandasi aspek legalitas dan aturan yang ada," pungkasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo.