Ruas jalan Kota Sentani, Papua jadi kolam saat hujan deras
Beberapa titik ruas jalan di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, berubah menjadi kolam saat hujan deras datang lantaran saluran tidak ada dan tak mampu menahan debit air. Salah satunya jalan kemiri depan Saga Mall, Depan Hotel Tabita, depan Mall Sentani City Square dan beberapa titik ruas jalan lainnya.
Elshinta.com - Beberapa titik ruas jalan di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, berubah menjadi kolam saat hujan deras datang lantaran saluran tidak ada dan tak mampu menahan debit air. Salah satunya jalan kemiri depan Saga Mall, Depan Hotel Tabita, depan Mall Sentani City Square dan beberapa titik ruas jalan lainnya.
Sumarto, warga di Kota Sentani mengatakan setiap hujan deras datang jalan itu jadi kolam. Mulai dari jalan depan Saga Mall Kemiri sampai Tabita, kemudian depan Sentani City Square. Tinggi air di jalan bisa sampai 60 sentimeter sehingga mengganggu pengguna jalan. Kadang kendaraan yang melintas jalan ini macet karena luapan air jalan raya karena selokan yang ada tidak berfungsi menampung air hujan.
“Air dari selokan itu meluap dan membuat jalan jadi kolam. Jika hujan deras datang jalan raya tidak terlihat dan bisa membahayakan pengguna jalan. Dulu jalan itu aman-aman saja dari banjir tetapi sejak ada bangunan tidak saluran pembuangan air sehingga jalan sering jadi kolam,” kata Sumarto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan, Selasa (3/10).
Ia mengatakan penyebab jalan tersebut jadi kolam karena tidak ada pembuang air dan juga selokan air tidak berfungsi serta tidak kuat menampun air.
Ketika dikonfirmasi mengenai jalan tersebut kepada Penjabat Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo mengatakan masalah ruas jalan tersebut sudah mulai dilakukan penanganan awal yaitu sedot endapan.
“Penanganan kita awal itu baru sedot endapan, tapi nanti ada penanganan lanjutan. Memang di wilayah kita saat ini musim hujan dan saya mengharapkan pada pengguna jalan untuk selalu berhati-hati,” ujar Pj Bupati Triwarno Purnomo.
Ia berharap masalah jalan yang sering banjir itu bisa segera ditangani dinas terkait. “Atas terganggunya pengguna jalan, kami pemerintah minta maaf dan kami tetap ada penanganan selanjutnya ke yang lebih baik,” katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jayapura, Alpius Toam menyampaikan agar tidak terjadi banjir selokan setiap tiga bulan harus dikeruk karena di kali diatas kawasan Cyclop belum dibuat daerah tangkapan untuk menghalau material yang masuk.
“Tangkapan material ini harus dibuat seperti yang ada di kali kemiri dan setiap tahun harus dibersihkan agar setiap material yang masuk itu tidak terjadi penumpukan,” katanya.
Toam menjelaskan, tahun ini pemerintah akan mengerjakan saluran pembuangan air langsung ke kali di belakang Pengadilan Agama dan Pasar Sentani sehingga tidak terjadi banjir di ruas jalan setiap hujan deras datang.
Menurut dia, masalah ini sudah ke Balai Jalan dan Balai Papua bahwa di wilayah itu harus dibuatkan bak penampungan untuk material, sehingga tidak langsung ke jalan. “Ini kewenangan dan area Balai Jalan, jadi kami tidak bisa melampaui kewenangan mereka, karena nanti yang jadi persoalan kalau kita anggaran kami gunakan kesana jika tidak ada MoU itu akan menjadi masalah kedepan dengan penegakan hukum, karena itu kami tidak berani mengeluarkan biaya perbaikan itu,” ucap Alpius.
Ia menyebutkan, ruas jalan tersebut merupakan kewenangan dan tanggung jawab Balai Jalan, sehingga perlu segera diperhatikan penanganannya agar tidak terjadi banjir.