Kelurahan Susukan gelar sosialisasi pencegahan stunting bagi RT/RW dan LMK
Perjuangan keras jajaran Kelurahan Susukan. Jakarta Timur dibantu Puskesmas Ciracas dan pakar gizi terus diupayakan demi menekan angka stunting dan bebas stunting. Sebagai upaya tersebut, Kelurahan Susukan menggelar sosialisasi dan diskusi untuk seluruh RT dan RW dalam penanganan stunting di wilayah mereka.
Elshinta.com - Perjuangan keras jajaran Kelurahan Susukan. Jakarta Timur dibantu Puskesmas Ciracas dan pakar gizi terus diupayakan demi menekan angka stunting dan bebas stunting. Sebagai upaya tersebut, Kelurahan Susukan menggelar sosialisasi dan diskusi untuk seluruh RT dan RW dalam penanganan stunting di wilayah mereka.
Lurah Susukanama Malia mengatakan, hari ini Kelurahan Susukan mengadakan sosialisasi dan diskusi tentang pencegahan stunting bagi para ketua RW, LMK dan juga lembaga kemasyarakan lainnya. Umumnya, stunting ini lebih identik kepada PKK kelurahan, RW, kemudian ada posyandu, namun hari ini dikhususkan kepada mereka.
"Pembekalan kepada ketua RW, LMK dan juga lembaga kemasyarakan ini dilakukan di RPTRA Susukan, Kecamatan Ciracas dengan pembahasan bagaimana penanganan dan apa yang harus dilakukan terhadap warga di lingkungan jika ada penderita stunting oleh dokter Puskesmas Ciracas, dr. Yuni Astuti dan Krisna Alfiani sarjana gizi," ujar Andri, Kamis (12/10).
Merurutnya, dengan pembekalan ini mereka yang ada di wilayah masing-masing dapat memahami warganya apakah warganya terutama balita masih ada atau menderita stunting. Selanjutnya, para RT-RW ini akan memahami langkah apa yang harus dilakukan dan juga dapat memberikan informasi kepada para orang tua bagaimana cara melakukan perawatan bagi anak mereka yang memiliki gizi buruk atau penyakit lainnya.
Andri menambahkan, saat ini di wilayahnya masih terdapat 4 orang yang menderita stunting, namun sekarang berdasarkan pemantauan, kondisi 3 anak menunjukan peningkatan gizi dari gizi buruk menjadi gizi kurang dan 1 anak lagi sudah gizi baik, tetapi masih memiliki riwayat penyakit lain yang menjadikan mereka harus tetap diberikan pemantauan oleh petugas kesehatan dan juga pemerintah setempat.