Waketum GM FKPPI sebut Hari Santri ciptakan masyarakat bermoral dan beretika
Sebagai refleksi, Hari Santri mengajarkan bahwa untuk menciptakan masyarakat dan bangsa yang bermoral dan beretika. maka perlu kembali kepada akar tradisi. Kepada nilai-nilai luhur yang telah lama menjadi fondasi bangsa ini.
Elshinta.com - Sebagai refleksi, Hari Santri mengajarkan bahwa untuk menciptakan masyarakat dan bangsa yang bermoral dan beretika. maka perlu kembali kepada akar tradisi. Kepada nilai-nilai luhur yang telah lama menjadi fondasi bangsa ini.
“Dalam konteks politik, nilai-nilai ini harus menjadi kompas dalam menentukan arah dan kebijakan. Bukan sekadar menjadi ornamen retorika yang indah di permukaan saja,” kata Agoes Soerjanto, Waketum GM FKPPI seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El-Aris, Senin (23/10).
Ditambahkan Agoes, generasi santri, meskipun tidak lepas dari dinamika dan tantangan zaman, memiliki fondasi yang kuat dalam menghadapi derasnya arus modernitas dan politik. Dengan bimbingan dan asuhan yang mereka terima, mereka mampu merawat dan menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam konteks keluarga dan orang tua.
"Penghormatan dan ketaatan kepada orang tua bukanlah sekedar norma, tetapi telah menjadi bagian dari identitas dan kehidupan mereka," ujarnya.
Namun Agoes mengakui apa yang terjadi dengan sebagian generasi muda hari ini. Ia melihat bagaimana norma-norma kemanusiaan dan kebudayaan tergadaikan. Dalam dunia politik, misalnya, seringkali terlihat bagaimana pertarungan kekuasaan melahirkan konflik, tidak hanya dalam ruang publik, tetapi juga merembet ke dalam kehidupan pribadi dan keluarga.
"Rasa hormat dan ketaatan kepada orang tua ideologi pun, terkadang, menjadi korban dari persaingan dan ambisi yang menggebu-gebu," ucapnya.
Menurutnya, santri menunjukkan bahwa politik tidak harus dipisahkan dari etika dan moral. Bahwa dalam berpolitik, tidak harus kehilangan diri dan mengabaikan asas-asas kehidupan bermasyarakat yang seharusnya dijunjung tinggi. Mereka mengajarkan kita untuk tidak mudah terbuai oleh janji-janji manis dan retorika yang menggoda. Tetapi tetap berpijak pada realita dan kebenaran.
“Refleksi Hari Santri adalah momentum untuk kita semua, santri atau bukan, untuk merenungkan kembali arah dan tujuan kita. Untuk menyadari bahwa kehidupan ini lebih dari sekedar mengejar kekuasaan dan kesuksesan duniawi. Bahwa ada nilai-nilai yang harus kita pegang teguh, yang tidak bisa dikompromikan, yang harus kita jaga dan lestarikan," kata Agoes.