Utilisasi layanan halal logistic dan cold storage SPSL naik hingga 300 persen
PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL), sebagai subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) berkomitmen untuk mewujudkan integrasi ekosistem dan efisiensi rantai logistik di Tanah Air.
Elshinta.com - PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL), sebagai subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) berkomitmen untuk mewujudkan integrasi ekosistem dan efisiensi rantai logistik di Tanah Air. Pada tahun ini, perseroan berhasil mengoptimalkan layanan halal logistic dan cold storage di Jakarta, sehingga mengalami peningkatan utilisasi hingga 300 persen.
“Berbagai pembenahan terus kami lakukan di layanan kepelabuhan, khususnya pada klaster logistik dan hinterland development untuk mendukung upaya penurunan biaya logistik nasional. Saat ini kami terus melakukan standardisasi dan sistemisasi, terutama di lapangan Cargo Consolidation and Distribution Center (CCDC) 100 di Makassar serta Gudang CDC Banda di Jakarta,” kata Direktur Utama SPSL, Joko Noerhudha, di Jakarta, Selasa (24/10).
Dia menjelaskan, dari sisi performa keuangan, pada semester I tahun 2023 perusahaan berhasil membukukan kenaikan laba usaha sebesar 2023, dibandingkan periode yang sama tahun 2022. Tahun ini kami fokus melakukan standardisasi layanan operasional, optimalisasi aset, peningkatan kapasitas pegawai, hingga penerapan digitalisasi, guna mendukung peningkatan kinerja dan kapasitas, sehingga secara bertahap mampu masuk ke dalam ekosistem logistik global,” ujar Joko Noerhudha seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Sidik Purwoko, Rabu (25/10).
Pasca merger Pelindo 2 tahun lalu, SPSL telah melakukan integrasi hinterland ke pelabuhan melalui kerjasama dengan para pelaku industri untuk membentuk ekosistem logistik. Salah satunya melalui pelayanan transportasi logistik multimoda di Kawasan Sumatera Utara, melalui jalur Sei Mangkei – Belawan, Sei Mangkei – Kuala Tanjung dan Kuala Tanjung – Belawan.
Noerhudha memaparkan, salah satu milestone yang telah dicapai perusahaan adalah keberhasilan pembangunan dan pengoperasian Jalan Tol Cibitung Cilincing (JTCC) sepanjang 34,76 Km, yang secara penuh beroperasi pada 1 April 2023. Pengoperasian JTCC mendukung efektifitas logistik dan dan meningkatkan konektivitas Pelabuhan Tanjung Priok dengan area hinterland atau kawasan industri di timur Jakarta.
Selain itu, perusahaan juga berkontribusi dalam percepatan pembangunan kawasan industri Kuala Tanjung di Sumatera Utara. “Secara pro aktif kami melakukan pemasaran guna menangkap peluang investasi dan komersialisasi lahan melalui penjajakan kepada beberapa calon mitra,” jelasnya.
Ditambahkan, upaya pengembangan dan komersialisasi kawasan juga dilakukan di kawasan pendukung Terminal Kijing di Mempawah, Kalimantan Barat. Kawasan tersebut terus menunjukan pertumbuhan positif, dengan dilakukannya relokasi jalan nasional, pengembangan jalan utama, dan pembangunan fasilitas pendukung kawasan.
“SPSL akan terus melanjutkan transformasi secara berkesinambungan dan berkelanjutan, sejalan dengan blueprint BUMN 2024-2034. Upaya ini dilakukan dengan memperkuat pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan penerapan Good Corporate Governance (GCG), yang sejalan dengan visi transformasi BUMN,” tambahnya.