Gula jadi pemicu tingginya inflasi di Kota Malang
Gula menjadi pemicu tingginya angka inflasi di Kota Malang, Jawa Timur. Pj.Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat tidak menampik gula menjadi pemicu masih tingginya inflasi di Kota Malang.
Elshinta.com - Gula menjadi pemicu tingginya angka inflasi di Kota Malang, Jawa Timur. Pj.Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat tidak menampik gula menjadi pemicu masih tingginya inflasi di Kota Malang.
“Gula tidak terkendali,” ujar Wahyu Hidayat usai menghadiri pasar murah di Kantor Kecamatan Kedung-kandang, Kota Malang, Senin (20/11).
Ditambahkan Wahyu Hidayat, untuk menekan laju inflasi maka Pemkot. Malang bersama tim pengendali inflasi daerah (TPID) melakukan intervensi.
“Kita lakukan operasi pasar dan menggelar pasar murah dan memang harga gula masih tidak terkendali sementara yang lainnya masih normal,” ungkapnya.
Ditambahkan Wahyu, pengendalian inflasi menjadi tanggungjawab dirinya.
“Memang salah satu tugas dari Gubernur Jawa Timur saat saya dilantik sebagai Pj.Wali Kota adalah mengendalikan inflasi dan terkait kenaikan harga gula Pemkot. Malang sudah melakukan koordinasi dengan pabrik gula Kebonagung guna melakukan intervensi agar harga gula dapat dikendalikan dan tidak memicu kenaikan harga lainnya,” jelas Wahyu Hidayat.
Sementara itu, Kepala Disperindagkop, Eko Sri Yuliadi menyatakan pada pasar murah disiapkan sebanyak 2.075 paket pada lima kecamatan di Kota Malang dimana perpaket terdiri dari beras 5 kg, dua liter minyak goreng dan 1 kg gula.
“Paket tersebut dijual kemasyarakat dengan harga Rp50 ribu dan penukarannya menggunakan kupon dengan menyasar pada rumah tangga kurang mampu dimana kupon dibagi perkelurahan dan pak camat bertanggung jawab disamping pak lurah,” jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Senin (20/11).