Penjual tiket palsu Piala Dunia U-17 dibekuk di Surabaya

Polisi berhasil membekuk penjual tiket palsu Piala Dunia U-17 di Surabaya pada Kamis (23/11) pagi. Sub Satuan Tugas Penegakan Hukum Operasi Aman Bacuya Satgas Pengamanan Wilayah Jawa Tengah melakukan gerak cepat memburu MS (21), pria warga Sawahan Kota Surabaya.

Update: 2023-11-28 15:06 GMT
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

Elshinta.com - Polisi berhasil membekuk penjual tiket palsu Piala Dunia U-17 di Surabaya pada Kamis (23/11) pagi. Sub Satuan Tugas Penegakan Hukum Operasi Aman Bacuya Satgas Pengamanan Wilayah Jawa Tengah melakukan gerak cepat memburu MS (21), pria warga Sawahan Kota Surabaya.

Polisi langsung memburu MS setelah seorang warga Pasar Kliwon Surakarta berinisial AK merasa tertipu karena tidak bisa masuk menonton pertandingan di Stadion Manahan karena barcode tiket yang dibelinya tak terdeteksi

"AK kemudian melapor ke Polresta Surakarta. Subsatgas Gakkum Operasi Aman Bacuya Satgaspamwil Jateng langsung melakukan pendalaman dan akhirnya menangkap pelaku di Surabaya," kata Wakil Kepala Satuan Tugas Pengamanan Wilayah Jateng Ops aman Bacuya 2023 Kombes Dwi Subagio, Sabtu (25/11).

“Kami berupaya melakukan pelacakan dan penangkapan pelaku secepatnya, agar korban penipuan pada kasus tersebut tidak semakin bertambah. Sebab masih ada pertandingan semi final dan final. Tiket semakin langka dicari konsumen, sehingga potensi pemalsuan tiket oleh pelaku kriminal semakin besar,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Selasa (28/11).

Terkait kronologi peristiwa, Kombes M Anwar Nasir yang merupakan Kasubsatgas Gakkum menerangkan korban AK pada awalnya mencari tiket pertandingan 16 besar antara Spanyol melawan Jepang. Setelah mencoba mencari di internet, dia menemukan akun facebook yang menawarkan menjual tiket pertandingan dengan harga murah.

"Ia kemudian menghubungi pelaku lewat nomor WA yang ditulis pelaku di laman Facebook-nya. Harga yang ditawarkan pelaku sebesar Rp 120.000, lebih murah dari harga tiket asli," ungkapnya

Selanjutnya terjadilah transaksi. AK mentransfer uang dan MS mengirim tiket palsu yang ada barcode-nya. Keduanya berjanji ketemu di stadion Manahan. Namun, saat datang ke Manahan nomor MS sudah tidak bisa dihubungi. AK kemudian menghubungi petugas pengecekan tiket dan dinyatakan bahwa barcode tiketnya tidak sesuai dengan tiket yang sah.

Merasa tertipu, korban melaporkan kasusnya ke Polresta Surakarta yang selanjutnya berkoordinasi dengan Satgas Gakkum Operasi Aman Bacuya pada 20 November 2023.

Atas perbuatannya, pelaku MS ditetapkan tersangka oleh polisi atas pelanggaran terhadap pasal 378 KUHP atau pasal 45 A ayat (1) jo pasal 28 ayat (1) Undang-undang 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

MS mengaku uang hasil kejahatannya digunakan untuk bersenang-senang di obyek wisata Tretes.

"Buat jalan-jalan ke Tretes," ungkap alumni sebuah SMA swasta di Surabaya itu

Sementara itu, Wakasatgas Operasi Aman Bacuya 2023 Pamwil Jawa Tengah, Kombes Dwi Subagio mengimbau agar masyarakat membeli tiket pertandingan Piala Dunia FIFA U-17 melalui jalur resmi.

“Kami saat ini memperkuat patroli di dunia maya dan memperkuat kerjasama untuk menangkal sejumlah hacker yang mencoba mencuri data atau merusak situs Piala Dunia U-17. Polda Jateng menggalang kerjasama dengan BSSN ( Badan Siber dan Sandi Negara ) serta Kementerian Kominfo," tuturnya. 

Tags:    

Similar News