Biji coklat di Aceh Utara tembus 50 ribu perkilogram

Harga biji kakao kini semakin melonjak dan menembus Rp40 ribu – 50 ribu perkilogram di Desa Kampung Tempel, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara. Kenaikan itu dikarenakan para petani kakao beralih ke sawit. 

Update: 2023-12-04 23:22 GMT
Sumber foto: Hamdani/elshinta.com.

Elshinta.com - Harga biji kakao kini semakin melonjak dan menembus Rp40 ribu – 50 ribu perkilogram di Desa Kampung Tempel, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara. Kenaikan itu dikarenakan para petani kakao beralih ke sawit. 

Seorang Petani Kakao, Misran mengatakan alasan petani beralih ke sawit dikarenakan tergiur perawatannya sangat mudah. 

“Jika kakao dirawat dengan baik dipastikan keutungan lebih besar kakau dengan sawit,” kata Misran, Senin (4/11). 

Ia menyebutkan kendala yang kini dialami petani kakao yakni kesulitan pupuk sehingga hasilnya pun sangat minim. 

“Biasaya dalam satu hektare lahan hasil didapatkan 600 kilogram sekali panen. Namun kini hanya mendapat 100 kilogram - 200 kilogram dalam sekali panen dikarenakan kesulitan mendapat pupuk,” katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamdani.

Ia menambahkan adapun pupuk yang digunakan petani seperti pupuk urea, Sp36 dan KCL. Sedangkan untuk sekali panen hanya membutuhkan waktu satu minggu dan kadang-kadang sepuluh hari. 

“Untuk harga biji coklat (kakau) kering harga kini Rp 50 ribu perkilogran. Sedangkan biji basah berkisah Rp 10 ribu – 15 ribu perkilogram,” pungkasnya.

Tags:    

Similar News