Efektif turunkan inflasi, Pemkot Malang perpanjang Warung Tekan Inflasi
Warung Tekan Inflasi 'Mbhois ilekes' yang digulirkan Pemkot Malang 26 Desember 2022 lalu menunjukkan hasil. "Dari hasil koordinasi tadi pagi dengan Kememdagri serta memaparkan sejumlah langkah yang diambil, kami mendapat kabar kalau inflasi Kota Malang turun drastis dibawah Nasional," ujar Pj. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat didampingi Sekda Erik Setyo Santoso dan Kadiskopindag, Eko Sri Yuliadi, Rabu (27/12).
Elshinta.com - Warung Tekan Inflasi 'Mbhois ilekes' yang digulirkan Pemkot Malang 26 Desember 2022 lalu menunjukkan hasil. “Dari hasil koordinasi tadi pagi dengan Kememdagri serta memaparkan sejumlah langkah yang diambil, kami mendapat kabar kalau inflasi Kota Malang turun drastis dibawah Nasional,” ujar Pj. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat didampingi Sekda Erik Setyo Santoso dan Kadiskopindag, Eko Sri Yuliadi, Rabu (27/12).
Wahyu mengatakan, ini menunjukkan Warung Tekan Inflasi “Mbhois ilakes“ sangat efektif untuk mengintervensi kenaikan bahan pokok.
“Tadi saya juga berbincang dengan pedagang dan mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya Warung Tekan Inflasi apalagi menjual harga dibawah harga pasar seperti cabai yang harganya Rp80 ribu per kilogram. Kita turunkan menjadi Rp55 ribu per-kg,” ungkapnya.
Karena itu Pemkot Malang terus melakukan evaluasi, apalagi Pasar Tekan Inflasi yang digelar di tiga pasar masing-masing pasar Dinoyo; Pasar Besar dan Blimbing.
“Dan karena efektif maka Pemkot Malang memperpanjang Warung Tekan Inflasi yang semula berakhir 31 Desember 2023 diperpanjang hingga Febuari 2024 atau pas Lebaran,” jelasnya.