Polisi gagalkan pengiriman 226 ekor anjing dari Subang ke Sragen untuk dijagal

Polrestabes Semarang menggagalkan upaya pengiriman 226 ekor anjing dari Subang, Jawa Barat menuju penjagalan anjing di Sragen, Jawa Tengah pada Sabtu malam (6/1) lalu di gerbang tol Kalikangkung. Ratusan anjing itu dimasukkan puluhan karung dengan mulut dilakban dan kaki terikat. Dari jumlah itu 12 di antaranya telah mati.

Update: 2024-01-09 23:26 GMT
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

Elshinta.com - Polrestabes Semarang menggagalkan upaya pengiriman 226 ekor anjing dari Subang, Jawa Barat menuju penjagalan anjing di Sragen, Jawa Tengah pada Sabtu malam (6/1) lalu di gerbang tol Kalikangkung. Ratusan anjing itu dimasukkan puluhan karung dengan mulut dilakban dan kaki terikat. Dari jumlah itu 12 di antaranya telah mati.

Kapolrestabes Semarang Irwan Anwar mengatakan polisi menghentikan truk pengangkut ratusan anjing itu setelah mendapat laporan aktivis perlindungan satwa.

“Lima orang kami tetapkan sebagai tersangka. Anjing dari Subang itu  dikirim ke Sragen atas pesanan DH, pengepul anjing yang kemudian akan dijagal dan dikonsumsi untuk kawasan Solo Raya,” ujarnya.

Para tersangka selanjutnya dijerat dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi memastikan polisi terus mengusut kasus pengiriman anjing tersebut.

“Kami akan bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan maupun yang terkait dengan keagamaan. Tim kami telah ke sana untuk menyelidiki penyembelihan hewan itu,” tuturnya.

Sementara itu aktivis penyayang binatang, Christian Joshua Pale yang juga founder dan leader Animals Hope Shelter Indonesia bercerita bahw ia telah ingin membongkar penjagalan anjing tersebut sejak tahun 2020 silam.

Ia baru menemukan bukti pengiriman ratusan anjing ke Sragen pada 23 Desember 2023 silam. Jenis anjing yang dikirim dari Subang tersebut mayoritas adalah anjing kampung.

“Akan tetapi pemerintah dan tokoh masyarakat di Sragen menyangkal adanya penjagalan anjing tersebut. Baru pada 6 Januari 2024 lalu kami menemukan bukti yang kedua dan polisi bergerak cepat menangkap pelakunya,” katanya.

Joshua khawatir anjing-anjing itu membawa penyakit rabies dan juga cacing jantung yang membahayakan sesama anjing dan juga manusia. Oleh karena itu ia bersama bersama para dokter hewan dan penyang binatang di Semarang segera memeriksa kondisi anjing yang masih hidup yang untuk sementara ditampung di sebuah rumah di Jl Dr Cipto Semarang.

Dokter hewan Yusfikriyya Rachima menjelaskan asal anjing-anjing itu belum bebas rabies. “Jawa Barat belum bebas rabies. Kami terus memeriksa hewan yang gagal dikirim ini,” katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Selasa (9/1). 

Tags:    

Similar News