Soal APK Dandim Sukoharjo dan paslon capres - cawapres, Bawaslu masih telusuri pemasang
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah masih berupaya menelusuri dugaan pelangaran temuan alat peraga kampanye (APK) bergambar Komandan Kodim (Dandim) 0726 Sukoharjo bersanding dengan salah satu pasangan capres - cawapres. Sejauh ini, baru Dandim yang diklarifikasi terkait temuan tersebut selaku pihak pelapor.
Elshinta.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah masih berupaya menelusuri dugaan pelangaran temuan alat peraga kampanye (APK) bergambar Komandan Kodim (Dandim) 0726 Sukoharjo bersanding dengan salah satu pasangan capres - cawapres. Sejauh ini, baru Dandim yang diklarifikasi terkait temuan tersebut selaku pihak pelapor.
Ketua Bawaslu Sukoharjo Rochmad Basuki menyatakan, Dandim melaporkan pencatutan foto oleh oknum yang membuat dan memasang APK ke Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Sehingga Bawaslu langsung meminta klarifikasi pada yang bersangkutan. Bahwa, dalam kasus ini pihaknya selaku pejabat Kodim difitnah."Sudah memberikan keterangan bahwa Dandim menjadi korban fitnah. Baru itu yang kami dapat," kata Rochmad.
Kemudian, lanjut dia, pihaknya sudah melakukan penelusuran namun belum menemukan titik terang terkait pembuat dan pemasang APK tersebut. Dari penyisiran tim Bawaslu juga tidak menemukan APK serupa di tempat lain, sehingga sampai hari ini hanya tiga spandung berbahan MMT berukuran 1x2 meter yang ditemukan dan ditertibkan untuk diteliti. Warga sekita maupun orang yang pertama kali melaporkan keberadaan APK mengaku tidak mengetahui kapan dan siapa pemasangnya.
Selasa, 9 Januari 2024 lalu, Bawaslu menerima laporan warga terkait temuan APK bergambar Dandim 0726 Sukoharjo bersanding dengan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden. Belakangan viral pasangan capres cawapres yang dimaksud adalah pasangan Prabowo Subiyanto - Gibran Rakabuming Raka. Bawaslu menertibkan dengan pencopotan dan penyitaan spanduk.
Sementara, Ketua Tim Pemenangan Daerah pasangan Prabowo - Gibran, Eko Sapto Purnomo menegaskan pihaknya tidak terkait dengan pemasangan APK tersebut. Pemasangan gambar tersebut terindikasi mengadu domba dengan fitnah yang dilakukan oknum. Maka, tim pemenangan juga meminta Bawaslu mengusut tuntas kasus ini hingga jelas.
"Kami minta ini diselidiki dan diungkap secara tuntas," tambahnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Senin (15/1).