Jelang Ramadan, masyarakat padati TPU di Jakarta Utara

Sudah menjadi tradisi menjelang datangnya bulan Ramadan dan sebelum Lebaran Idul Fitri, ribuan warga di Jakarta Utara sejak pagi berdatangan ke TPU/Taman Pemakaman Umum untuk berziarah memanjatkan do'a kepada Allah SWT untuk para mendiang yang telah mendahului.

Update: 2024-03-08 16:33 GMT
Sumber foto: ME Sudiono/elshinta.com.

Elshinta.com - Sudah menjadi tradisi menjelang datangnya bulan Ramadan dan sebelum Lebaran Idul Fitri, ribuan warga di Jakarta Utara sejak pagi berdatangan ke TPU/Taman Pemakaman Umum untuk berziarah memanjatkan do'a kepada Allah SWT untuk para mendiang yang telah mendahului.

Warga yang datang ke TPU Semper, TPU Walang, TPU Tegal Kunir, dan lainnya membawa kembang untuk ditaburkan di atas pusara, diawali dengan melakukan perapihan dan membersihkan di atas dan sekeliling makam sebelum dilakukan ritual pembacaan surat Yaasiin yang dilanjutkan dengan pembacaan do'a.

"Saya datang untuk ziarah di makam salah satu keluarga, dan biasanya datang ke sini sebelum puasa Ramadan dan sebelum lebaran" tutur Tolani, warga Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara.

"Mau masuk ke lokasi agak macet lantaran cuma satu lajur dan banyak mobil trailer yang lewat sini," timpal Agus, usai berdoa di makam keluarganya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, ME Sudiono, Jumat (8/3). 

Selain berziarah, warga datang ke kantor Taman Pemakaman Umum Semper juga melwkukan perpanjangan waktu sewa lahan tahunan yang besarannya telah ditentukan Pemerintah Daerah Provinsi Jakarta.

Sementara banyaknya peziarah di Taman Pemakaman Umum yang berada di lokasi wilayah Jakarta Utara, maka banyak yang mengais rizki dengan berjualan kembang, jualan makanan mulai dari pinggir jalan hingga di kawasan area permakaman, juga juru parkir musiman.

"Adanya pedagang makanan dan juru parkir musiman di kawasan permakaman, tidak menjadi masalah karena ada juga manfaatnya untuk menjaga kendaraan dan untuk istirahat sejenak" ujar Rohyatun

"Asalkan nggak dijadiin buat kesempetan tindak kejahatan seperti pemaksaan atau pemerasan" tutup Atun yang beranjak untk pulang bersama rombongan keluarganya.

Tags:    

Similar News