Seorang petani di Langkat luka-luka diterkam harimau

Seorang petani cabai bernama Jerimia Peranda Ginting (25) warga Dusun V Aman Damai, Desa Harapan Maju, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara menjadi korban terkaman Harimau Sumatera pada saat memanen cabai di kebun bersama orang tuanya, Senin (11/3) sekira pukul 17.30 WIB.

Update: 2024-03-13 15:11 GMT
Sumber foto: M Salim/elshinta.com.

Elshinta.com - Seorang petani cabai bernama Jerimia Peranda Ginting (25) warga Dusun V Aman Damai, Desa Harapan Maju, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara menjadi korban terkaman Harimau Sumatera pada saat memanen cabai di kebun bersama orang tuanya, Senin (11/3) sekira pukul 17.30 WIB.

Kapolsek Pangkalan Brandan AKP Irwanta Sembiring, melalui Kasi Humas Polres Langkat AKP Rajendra Kusuma mengatakan, memang benar ada seorang petani bernama Jerimia Peranda Ginting diserang satwa liar jenis Harimau Sumatera yang terjadi di Barak Itir, Dusun V Aman Damai, Desa Harapan Maju, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat.

Pada saat korban Jerimia diserang Harimau, kedua orang tua korban bernama Ramli Ginting dan Lela Indriyani memberanikan diri menghalau Harimau Sumatera yang sedang menerkam anaknya dengan menggunakan alat kayu dan parang sehingga harimau itu melepaskan korban dan berlari ke arah semak-semak kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

"Akibat dari serangan Harimau Sumatera itu korban mengalami luka gigitan pada bagian leher, kepala dan tangan, kondisi korban pada saat itu masih sadar dan selanjutnya dilarikan ke salah satu rumah sakit di Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat untuk mendapatkan perawatan dan tindakan medis," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Rabu (13/3). 

Kapolsek Pangkalan Brandan melalui Bhabinkamtibmas mengimbau warga agar tetap waspada saat beraktifitas di areal yang berbatasan dengan kawasan Taman Nasional Gunung Leuser dikarenakan kawasan TNGL merupakan habitat hewan liar jenis Harimau Sumatera yang saat ini populasinya semakin langka. 

Petugas juga  berkoordinasi dengan instansi terkait agar satwa liar tidak keluar dari kawasan habitatnya dan masuk ke permukiman warga.

Tags:    

Similar News