Hari jadi DIY ditetapkan 13 Maret, Sultan HB X ungkap dimensi historis dan politis

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah resmi dan sah memiliki hari jadi. Hari jadi DIY ditetapkan jatuh pada tanggal 13 Maret. Dan hari ini tanggal 13 Maret 2024 DIY memperingati hari jadinya yang ke-269.

Update: 2024-03-13 20:55 GMT
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com

Elshinta.com - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah resmi dan sah memiliki hari jadi. Hari jadi DIY ditetapkan jatuh pada tanggal 13 Maret. Dan hari ini tanggal 13 Maret 2024 DIY memperingati hari jadinya yang ke-269.

Memperingati hari jadi yang ke-269 Daerah Istimewa Yogyakarta, DPRD DIY menggelar  Rapat Paripurna Istimewa. Rapat Paripurna Istimewa ini dihadiri langsung oleh Gubernur DIY sekaligus Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hemengku Buwono X dan Wakil Gubernur DIY KGPAA Pakualam X di DPRD DIY, Jl Malioboro, Yogyakarta, Rabu (13/3).

"Saya terimakasih, studi ini sempat terhenti tapi akhirnya terselesaikan, sebelum habis masa jabatan. Semoga bisa membawa manfaat," kata Sri Sultan HB X seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo.

Sri Sultan HB X mengapresiasi atas  pengesahan peraturan daerah hari jadi DIY. Gareget Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta yang ditegaskan melalui Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2024, menjadi undangan batin untuk berkolaborasi dalam semangat “mangayubagya” dan untuk selanjutnya, dapat memanfaatkan setiap detik kebersamaan, sebagai langkah maju dalam menata pemerintahan, seiring upaya membangun masyarakat yang adil dan sejahtera. 

Pengesahan Peraturan Daerah tentang Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta, membuka lembaran baru sejarah bagi DIY. Momentum hari jadi, bukan hanya sekadar penanda waktu, namun sebuah simbol perubahan, yang berdampak mendalam terhadap perjalanan Daerah Istimewa Yogyakarta, mengukir jejak keistimewaan dalam kanvas sejarah.

"Ditinjau dari perspektif identitas, Perda Hari Jadi bukan sekumpulan lembar kertas semata, melainkan menjadi pijakan untuk memperkuat karakter dan jati diri Yogyakarta, sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perda ini juga menjadi fondasi, bagi pemerintah dan masyarakat DIY untuk membangun masa depan, mengambil inspirasi dari nilai-nilai budaya yang agung dan spirit perjuangan, yang telah melekat dalam jiwa keyogyaan masyarakat sejak dahulu kala," ungkap Sri Sultan HB X dalam pidato Rapat Paripurna Istimewa DPRD DIY.

Dan ditinjau dari dimensi historikal, aspek sejarah tidaklah dipandang sebagai kenangan semata, tapi juga dijadikan landasan dalam penyusunan Perda Hari Jadi DIY, mencerminkan falsafah  “Historia est Magistra Vitae”, Sejarah adalah Guru yang terbaik. Dengan kharisma dan kekuatannya, sejarah akan menjadikan umat manusia lebih bijaksana dengan tidak mengulang kesalahan yang sama, sekaligus memberikan bimbingan bagaimana sebuah peradaban harus diatur dan dikembangkan dengan mengedepankan kemanusiaan.

Lembaran Naskah akademik yang lahir dari riset mendalam, telah mengungkap setiap momen penting berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta dan seluruh perjalanannya hingga saat ini. Aspek historis jua-lah, yang menjadi kunci dalam menetapkan identitas dan keberadaan Yogyakarta dalam konteks yang lebih luas.

Dari sisi politis, penetapan Hari Jadi DIY adalah manifestasi dari kesatuan pemikiran dan dukungan masyarakat, mengukuhkan fakta sejarah, dan memperkuat kesepakatan kolektif tentang pentingnya momen ini. Dukungan dari DPRD sebagai representasi lapisan masyarakat DIY, tidak hanya menguatkan fondasi keistimewaan Yogyakarta tetapi juga memperkaya keberagaman dalam bingkai NKRI.

Dengan merujuk pada rangkaian histori dan nilai budaya, yang menjadi penegas Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta itu,  dan dengan berpedoman pada hasil kajian yang  disajikan dalam Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tentang Hari Jadi  Daerah Istimewa Yogyakarta, maka hari lahir Daerah Istimewa Yogyakarta ditetapkan pada Tanggal 13 Maret 1755, atau dalam kalender Jawa, Kemis Pon tanggal 29 Jumadil'awal tahun Be 1680.

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mengatakan bahwa tidak hanya sekedar mengetahui hari jadi semata. Tetapi dari penetapan hari jadi DIY ini diharapkan memahami bagaiman beratnya perjuangan untuk mendirikan DIY saat itu. 

"Dari situ kita tahu betapa beratnya perjuangan pendirian DIY itu dan bagaimana semangat gotong royong yang luar biasa. Sehingga kita bisa meneladani dan bisa menjadi contoh bagi masyarakat kedepan," pungkas Huda Tri Yudiana. 

Tags:    

Similar News