Polres Semarang amankan kelompok perang sarung di 2 lokasi
Menjelang waktu sahur, Jumat (15/3) dini hari, jajaran Polres Semarang, Jawa Tengah mengamankan sejumlah remaja dari 2 lokasi berbeda yang di duga hendak melakukan aksi tawuran. Para remaja tersebut diamankan di 2 wilayah oleh Polsek Tuntang dan Polsek Tengaran.
Elshinta.com - Menjelang waktu sahur, Jumat (15/3) dini hari, jajaran Polres Semarang, Jawa Tengah mengamankan sejumlah remaja dari 2 lokasi berbeda yang di duga hendak melakukan aksi tawuran. Para remaja tersebut diamankan di 2 wilayah oleh Polsek Tuntang dan Polsek Tengaran.
Kapolsek Tuntang AKP Suramto, yang ikut dalam pengamanan sejumlah remaja di wilayahnya menyampaikan bahwa, kejadian terjadi di simpang patung Gajah Desa Sraten, Kecamatan Tuntang.
"Sekitar pukul 02.30 WIB saat personel melakukan Patroli menjelang waktu sahur berawal mendapat laporan dari masyarakat bahwa akan terjadi tawuran," ungkapnya.
Lebih lanjut Suramto menjelaskan bahwa setelah dimintai keterangan dari ketiga remaja berinisial SY (18) pelajar salah satu SMK Swasta Salatiga, ID (17) tidak bersekolah dan FS (17) satu sekolah dengan SY, didapati ketiga remaja datang atas tantangan dari akun medsos yang mengaku dari remaja Sraten Kecamatan Tuntang.
"Menurut keterangan warga, Ketiga remaja ini datang bersama rekan rekannya berjumlah kurang lebih 12 orang dengan menggunakan kendaraan roda 2. Sesampainya di lokasi yang ditentukan untuk tawuran yaitu simpang patung Gajah Desa Sraten, namun pihak lawan tidak datang. Melihat ada sekelompok remaja bukan warga Desa Sraten di simpang patung Gajah, warga yang sedang ronda mendatanginya berhasil mengamankan 3 orang, untuk yang lainnya melarikan diri. Personel kami saat bersamaan sedang patroli di seputaran Jl. Fatmawati Tuntang, langsung mendatangi lokasi setelah diinfokan masyarakat," jelasnya.
Di lokasi terpisah Polsek Tengaran juga mengamankan 3 orang remaja berinisial AF (18) siswa salah satu SMK Swasta di Tengaran, RM (17) satu sekolah dengan AF, dan NA (17) siswa salah satu SMK Negeri di Tengaran. Dan ketiganya merupakan warga Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.
Kapolsek Tengaran AKP Supeno menyampaikan bahwa ke 3 remaja tersebut diamankan Polsek Tengaran bersama warga di Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran pada Jumat dini hari sekitar pukul 00.15 WIB.
"Kami mendapat informasi dari Polsek Tingkir Polres Salatiga bahwa ada sekitar 40 remaja menggunakan kendaraan roda 2 ke arah Tengaran, setelah kami pantau ternyata menuju Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran. Dan bersama warga kami mengamankan 3 orang remaja warga Kecamatan Suruh, sedangkan yang lainnya melarikan diri," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Sabtu (16/3).
Dari keterangan remaja yang diamankan, bahwa mereka berasal dari kelompok "Geger geden Salatiga", dan memang hendak mencari lawan tawuran perang sarung di Desa Bener.
Dari kedua kejadian tersebut tidak ada saling keterkaitan, namun situasinya hampir bersamaan.
Kelompok yang diamankan baik dari Polsek Tuntang maupun Polsek Tengaran tidak ada ketarkaitan, kelompok remaja ini mempunyai rencana masing masing, namun waktunya hampir bersamaan. Dan dari kelompok yang diamankan Polsek Tuntang, tidak ditemukan barang bukti berupa senjata tajam maupun sarung yang digunakan untuk sarana tawuran. Namun untuk Polsek Tengaran mengamankan barang bukti 2 buah sarung, dimana sarung tersebut sudah dimodifikasi digulung pada ujungnya namun tidak ada batu atau benda keras yang digulung didalamnya.