Jelang Idul Fitri 1445 H, stok dan harga pangan di Bali stabil 

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Satgas Pangan Polri kembali melakukan monitoring dan evaluasi pasokan dan harga pangan di Bali, Rabu, 27 Maret 2024.

Update: 2024-03-28 17:45 GMT
Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.

Elshinta.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Satgas Pangan Polri kembali melakukan monitoring dan evaluasi pasokan dan harga pangan di Bali, Rabu, 27 Maret 2024. Monitoring dan evaluasi harga pangan tersebut dilakukan di beberapa lokasi diantaranya pasar tradisional, pasar moderen dan gudang Bulog yang ada di Bali. 

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Satgas (Kasatgas) Pangan Polri, Brigjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto kepada wartawan usia melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pasokan dan Harga Pangan Periode HBKN Puasa dan Idul Fitri di Bali.

Dari hasil pemantauan dan pengecekan yang dilakukan di Pasar modern dan pasar tradisional maupun Gudang Bulog menjelang HBKN stok komoditi pangan termasuk Beras SPHP masih terpantau aman.

“Tidak ada peningkatan harga komoditi yang signifikan atau masih dalam keadaan wajar dan normal. Secara keseluruhan beras sudah mengalami penurunan sekitar 400 rupiah per kilogram," kata Whisnu Hermawan Februanto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Kamis (28/7). 

Whisnu menjelaskan, beberapa komoditas pangan yang menunjukkan peningkatan harga antara lain tomat dan gula pasir. Akan tetapi masih dalam keadaan wajar. 

Sementara itu, stok beras per 27 Maret 2024 di Bulog sebanyak 6.000 ton yang secara merata sudah ada di masing-masing berada dan dismpain sementara di gudang-gudang Bulog masing-masing daerah.

Komoditas beras berangsur mulai terkendali dengan masuknya masa panen di beberapa sentra produksi pada Minggu pertama bulan Maret 2024. 

Sementara itu, rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi HBKN dibuka oleh Sekertaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dilanjutkan paparan oleh Kabid DKPP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terkait dengan pokja Ketersediaan dan Cadangan Pangan.

Kegiatan dilanjutkan dengan paparan oleh Deputi Bidang Keanekaragaman Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional terkiat Aksi dan Kebijakan Strategis Badan Pangan Nasional dalam rangka pengendalian inflasi pangan sebelum HBKN.

Setelah melaksanakan Rakor Monitoring dan Evaluasi Kegiatan dilanjutkan dengan Monev di Pasar Tradisional atau Pasar Badung, Kota Denpasar. Kemudian dilanjutkan ke Pasar Modern Tiara Dewata di Kota Denpasar dan terakhir menuju Gudang Bulog, Sempidi, Kabupaten Badung, Bali. 

Hasil pemantauan dan pengecekan di Pasar modern dan pasar tradisional maupun Gudang Bulog menjelang HBKN stok komoditi pangan termasuk Beras SPHP masih terpantau aman terkendal serta tidak ada peningkatan harga komoditi yang signifikan/ masih dalam keadaan wajar/ normal.

Beberapa komoditas Pangan yang menunjukkan peningkatan harga Tomat, Gula Pasir namun masih dalam keadaan wajar. Secara keseluruhan beras sudah mengalami penurunan sekitar 400 rupiah/ Kg.

Stok beras per tanggal 27 Maret 2024 di Bulog yaitu 6.000 ton yang secara merata sudah ada di masing-masing gudang Bulog daerah. 

Komoditas beras beransur mulai terkendali dengan masuknya masa panen dibeberapa sentra produksi Di Minggu pertama bulan Maret 2024.

Tags:    

Similar News