Perdana, Instbunas Majalengka bebaskan tugas akhir mahasiswa tidak harus skripsi

Institut Budi Utomo Nasional (Instbunas) Majalengka, Jawa Barat tahun ini mulai memberikan pilihan kepada mahasiswa tingkat akhir bukan hanya skripsi namun ada tiga pilihan lain yaitu magang, project dan prototype.

Update: 2024-05-02 16:45 GMT
Sumber foto: Enok Carsinah/elshinta.com.

Elshinta.com - Institut Budi Utomo Nasional (Instbunas) Majalengka, Jawa Barat tahun ini mulai memberikan pilihan kepada mahasiswa tingkat akhir bukan hanya skripsi namun ada tiga pilihan lain yaitu magang, project dan prototype.

Namun mahasiswa Instbunas lebih condong memilih untuk magang yang disebar ke sejumlah perusahaan dan dilepas oleh pihak kampus Instbunas pada Senin ( 29/4) bertempat di Aula Kampus. 

"Sekarang itu Perguruan Tinggi tidak mesti menyelesaikan tugas akhir dengan skripsi tapi ada beberapa pilihan bisa skripsi, bisa magang, bisa prototupe bisa project, sehingga kami Instbunas akan melaksanakan semua itu tapi tahun ini kita fokuskan pada magang," ujar Rektor Instbunas Dr. Sudibyo Budi Utomo, Selasa (30/4).

Menurut Sudibyo untuk menyelesaikan jenjang sarjana itu tidak harus skripsi, magang juga bisa. Jadi opsi itu akan dilakukan semua, nanti opsi yang selanjutnya nanti pilihan, mahasiswa itu mau pilih yang mana sesuai keinginan hati nuraninya dia mau jadi apa. 

"Karena masing-masing punya kelebihan apakah itu skripsi apakah itu magang apakah prototipe atau project ada kelebihannya, kalau skripsi itu proses keputusan supaya benar, kalau magang  itu supaya mahir dalam bekerja kalau prototype setiap jenjang dari semester ke semester harus punya karya kalau project itu bagaimana melaksanakan sebuah project yang baik," urainya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Kamis (2/5). 

"Contoh bikin hotel, bikin rest area, sampai akhir lengkap bukan hanya bangunannya saja bukan hanya produksinya saja, tapi lengkap semua ada kelebihan," imbuhnya.

Rektor yang juga politisi Partai Gerindra ini menambahkan, kampusnya sudah sangat siap dan dibuktikan dengan dilepasnya 160 mahasiswa tingkat akhir untuk magang di sejumlah perusahaan maupun instansi pemerintah.

"Dan kemarin sudah kita lepas 160 mahasiswa, semua nyebar, bahkan ada perusahaan yang datang lagi ke kita untuk minta yang magang lagi, karena dianggap didikan dari Instbunas ini sangat dibutuhkan di perusahaan itu," ungkapnya. 

Sudibyo juga menambahkan, guna menunjang telah hadirnya bandara internasional Jawa Barat, Instbunas akan segera membuka kelas baru jurusan bahasa asing atau kelas internasional yaitu bahasa Inggris, Jepang dan Korea. 

"Kita akan punya kelas internasional tidak hanya kelas yang menggunakan bahasa Indonesia saja karena kita sudah punya Kertajati yaitu minimal tiga bahasa yaitu bahasa Inggris, Jepang dan Korea, dalam satu kelas, untuk apa? Untuk menyongsong jangan sampai Majalengka dianggap warga kelas nomer 2, kita sudah punya bandara, kita sudah warga kelas internasional di sana banyak orang asing," pungkasnya.

Tags:    

Similar News