Menhub bebastugaskan Direktur STIP imbas kematian taruna akibat dianiaya senior
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melayat ke rumah duka taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Putu Satria Ananta Rustika (19) di Kabupaten Klungkung, Bali Kamis (9/5/2024).
Elshinta.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melayat ke rumah duka taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Putu Satria Ananta Rustika (19) di Kabupaten Klungkung, Bali Kamis (9/5/2024).
Putu Satria Ananta Rustika adalah taruna tingkat I STIP yang meninggal dunia diduga dianiaya oleh seniornya pada hari Jumat (3/5) lalu.
Menhub Budi Karya Sumadi menyampaikan bela sungkawa, penyesalan mendalam dan memohon maaf kepada orang tua dan keluarga atas peristiwa yang menyebabkan Putu Satria Ananta Rustika berpulang di hadapan Tuhan YME.
Menhub tiba di rumah duka sekitar pukul 08.10 WITA dengan mengenakan kemeja warna puth dibalut kain dan udeng.
Atas kejadian ini Menhub telah memberikan sejumlah instruksi termasuk membebas tugaskan direktur dan beberapa pejabat STIP Marunda Jakarta dan berjanji akan mengawal kasus tersebut agar proses hukum berjalan transparan.
"Dengan kejadian ini tentu menjadi suatu evaluasi bagi kami dan kami sudah membebaskantugaskan direktur dan beberapa pejabat STIP Marunda. Kami instruksikan untuk melakukan upaya hukum ke kepolisian, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kemenhub untuk melakukan pendampingan agar pelaku mendapat hukuman yang setimpal," ucap Menhub Budi Karya Sumadi kepada wartawan seperti dilaporkan kontributor Radio Elshinta Eko Sulestyono Kamis (9/5).
Menhub berharap proses hukum dapat ditegakkan dan dilakukan secara transparan sehingga pelaku bisa mendapat hukuman yang setimpal sesuai hukum yang berlaku. Peristiwa ini menjadi landasan evaluasi secara menyeluruh dan menjadi satu titik perlunya dilakukan perubahan untuk memutus praktek kekerasan oleh senior di STIP.
Pembebasan tugas Direktur STIP dan pejabat lainnya menurut Menhub adalah sebagai rasa bahwa tanggung jawab tindakan tegas harus dilakukan.
Seperti diketahui taruna STIP Putu Satria Ananta Rustika (19) meninggal dunia diduga menjadi korban kekerasan seniornya di toilet lantai kampus.
Hasil otopsi terdapat luka lebam beberapa bagian tubuhnya seperti mulut, bibir, lengan, dada dan bagian dalam tubuh.
Semula polisi menetapkan TRS taruna senior sebagai tersangka awal, namun dalam perkembangannya polisi menetapkan 3 tersangka baru inisial AKAK, WJP, dan FA yang ketiganya merupakan taruna tingkat II STIP Marunda. (nak)