Kapten Timnas bola juara Sea Gamespertanyakan FIFA pilih wasit dari Perancis

Timnas Indonesia U23 gagal meraih tiket terakhir Olimpiade 2024 Paris, Perancis setelah kalah 0 - 1 atas Guinea.

Update: 2024-05-09 21:21 GMT
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Timnas Indonesia U23 gagal meraih tiket terakhir Olimpiade 2024 Paris, Perancis setelah kalah 0 - 1 atas Guinea. Dalam laga playoff Olimpiade 2024 yang digelar di Stade Pierre Pibarot, Paris, pada Kamis (9/5/2024) malam waktu Indonesia Barat, kemenangan Guinea didapat setelah wasit memberikan hadiah penalti pada babak pertama. 

Menanggapi hasil di luar harapan tersebut, Kapten timnas sepakbola Sea Games ke-16 di Manila tahun 1991 Ferril Raymond Hatu mengulas, kekalahan Garuda Muda atas Guinea terjadi akibat menurunnya performa permainan Timnas Indonesia bila dibandingkan saat bermain untuk pada Piala Asia U-23 Qatar. "Permainan Timnas (Indonesia) terlihat tidak sebaik ketika bertanding saat Piala Asia U-23. Pemain kita seperti tidak siap secara mental. Akibat kondisi seperti itu, masih terjadi salah pasing. Tidak tenang saat memegang bola dan sering membuat kesalahan yang menguntungkan lawan. Padahal, permainan Guinea tidak terlalu istimewa," jelas Ferril saat diwawancara Elshinta usai pertandingan atau Kamis (9/5) malam. 

Ferril menambahkan, kondisi permainan Timnas yang seperti itu mungkin akibat beberapa pemain kunci tidak bisa bergabung. Sementara pemain pengganti kurang bisa menggantikan peran dan posisi sama baiknya. Permainan Timnas terlihat tidak sesuai dengan skema yang diperlihatkan pada Piala Asia. Demikian pula dengan tempo permainan yang terlihat terlalu rendah, sehingga serangan-serangan Indonesia bisa diantisipasi oleh lawan," tambah Ferril.

Ferril pun mengaku kecewa dengan hasil yang didapat karena kesempatan untuk mendapat tiket Olimpiade yang sangat jarang didapat Timnas Indonesia gagal dimanfaatkan. "Padahal ini peluang terakhir kita untuk ke Olimpiade. Namun, mental dan kepercayaan diri pemain kita yang masih muda memang masih perlu banyak diasah," ucap Ferril. Ferril, yang juga mantan andalan Persebaya, mengaku dapat memahami hasil yang didapat Timnas.  

Tentang kepemimpinan wasit, Ferril menilai memang ada beberapa keputusan wasit yang kontroversial. Itu sebabnya ia mempertanyakan keputusan FIFA untuk memilih wasit dari Perancis. "Kenapa tidak dari negara Eropa lain? Pemain Guinea itu kan banyak yang bermain untuk Liga Perancis. Pasti sedikit banyak mereka tahu tentang karakter wasit-wasit dari Perancis. Demikian pula sebaliknya. Namun, apapun, penilaian kita terhadap wasit kan bersifat subyektif. Seandainya permainan kita lebih baik mungkin hasilnya akan berbeda," kata Ferril. 

Jalannya Pertandingan 

Sejak peluit pertandingan dibunyikan, Timnas Indonesia U-23 menampilkan permainan terbuka dalam menghadapi peringkat keempat Piala Afrika U-23 2023. Shin Tae Yong seperti menginstuksikan anak asuhnya untuk tidak berkumpul di kotak penalti sendiri dalam bertahan.

Menghadapi permainan ngotot dan cepat dari pemain Guinea, Witan Sulaeman dan kawan-kawan terpaksa lebih banyak bermain di daerah permainan sendiri.

Guinea kerap menekan, sementara Indonesia sesekali bisa merangsek ke kotak penalti lawan.

Timnas Indonesia U-23 menggunakan formasi 3-4-3 pada laga ini. Ernando Ari Sutaryadi masih diandalkan sebagai kiper, sementara tiga pemain bertahan ditempati Nathan Tjoe A On, Muhammad Ferarri, dan Komang Teguh Trisnanda. Kuartet gelandang Timnas Indonesia U-23 ditempati Bagas Kaffa, Marselino Ferdinan, Ivar Jenner, dan Pratama Arhan. Sedangkan trio penyerang ditempati Jeam Kelly Sroyer, Rafael Struick, dan Witan Sulaeman.

Walaupun dalam keadaan tertekan, Indonesia berulang kali bisa mengancam pertahanan Guinea. Lewat sebuah tendangan bebas, bola disodorkan langsung kepada Witan Sulaeman yang ada di sisi kiri. Witan mengoper ke tengah kotak penalti, tapi bola dihalau bek Guinea.

Peluang juga didapatkan Pratama Arhan usai melakukan tusukan dari kiri. Namun tendangannya masih terlalu lemah dan bisa diamankan kiper Guinea.

Keasyikan menyerang, membuat pertahanan Indonesia bolong. Dalam sebuah serangan balik, Guinea mendapat penalti pada menit ke-29 usai pelanggaran yang dilakukan Witan terhadap Algassime Bah. Ilaix Moriba yang maju sebagai eksekutor sukses membawa Guinea unggul 1-0.

Pada babak kedua, jual beli serangan diperlihatkan oleh kedua tim. Dalam sebuah serangan, Guinea berhasil membuat lubang pada pertahanan Timnas Indonesia hingga sebuah tekling yang dilakukan oleh Dewangga membuat wasit menunjuk titik putih. Penalti kembali diberikan kepada Guinea pada menit 76. Para pemain dan ofiicial Indonesia protes atas keputusan wasit. Bahkan, pelatih Shin Tae-yong harus diusir dari pinggir lapangan akibat mendapat dua kartu kuning langsung alias kartu merah.

Untungnya, Algassime Bah yang menjadi algojo gagal mengonversi kesempatan untuk mempertebal keunggulan. Kesempatan itu langsung digunakan Garuda Muda untuk menekan Guinea. Berulang kali, para penyerang Indonesia berhasil masuk ke kotak penalti Guinea, namun pertahanan Guinea yang solid membuat Garuda Muda gagal untuk menyamakan kedudukan. 

Hingga peluit berakhir kedudukan tetap 0 - 1 untuk keunggulan Guinea. Indonesia pun gagal berlaga di Olimpiade 2024 Paris. 

Susunan Pemain:

Indonesia U-23: Ernando Ari, Muhammad Ferarri, Komang Teguh, Nathan Tjoe-A-On, Bagas Kaffa, Ivar Jenner, Marselino Ferdinan, Pratama Arhan, Jeam Kelly Sroyer, Rafael Struick, Witan Sulaeman

Guinea U-23: Soumaila Sylla, Ibrahima Diakite, Saidou Sow, Mohamed Soumah, Maadiou Keita, Issiaga Camara, Aguibou Camara, Ilaix Moriba, Ousmane Camara, Algassime Bah, Facinet Conte. (AhS)

Tags:    

Similar News