Jalur pendakian Gunung Slamet ditutup mulai Senin, 13 Mei 2024 sampai batas tidak ditentukan

Gunung Slamet, gunung tertinggi di Pulau Jawa, ditutup bagi para pendaki mulai Senin, 13 Mei 2024. Hal ini diputuskan menyusul adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang terjadi di gunung tersebut. Saat ini, status Gunung Slamet telah dinaikkan menjadi level II atau waspada.

Update: 2024-05-14 19:46 GMT
Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.

Elshinta.com - Gunung Slamet, gunung tertinggi di Pulau Jawa, ditutup bagi para pendaki mulai Senin, 13 Mei 2024. Hal ini diputuskan menyusul adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang terjadi di gunung tersebut. Saat ini, status Gunung Slamet telah dinaikkan menjadi level II atau waspada.

Keputusan untuk menutup jalur pendakian Gunung Slamet diambil oleh pihak berwenang sebagai langkah pencegahan mengingat adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang dapat membahayakan keselamatan pendaki. Menurut data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), terjadi peningkatan suhu di kawah gunung tersebut.

Meskipun aktivitas vulkanik Gunung Slamet masih berada di level II, pihak berwenang menganggap penting untuk melakukan tindakan pencegahan demi keamanan dan keselamatan para pendaki. Ditutupnya jalur pendakian ini juga sebagai upaya untuk mengurangi risiko terjadinya bencana alam yang dapat mengancam para pendaki.

Seperti di jalur pendakian di Basecamp Permadi di wilayah objek wisata guci Kabupaten Tegal,setelah mendapat informasi dari pusat vulkanologi dengan segera menutup jalur pendakian.

Ali Burhan yang mengelola Basecamp sekaligus pemantau para pendaki yang masuk jalur pendakian permadi mengungkapkan terus memantau dan melarang para pendaki yang akan melakukan pendakian seiring dengan dikeluarkannya larangan untuk para pendaki yang akan melakukan pendakian ke gunung slamet lewat jalur pendakian permadi.

Hal senada juga di keluarkan oleh petugas pemantau di Basecamp Kompak yaitu Rofiq, bahwa para pendaki sudah tidak bisa melakukan pendakian dari jalur manapun dengan adanya pengumuman terkait di tutupnya seluruh jalur pendakian ke gunung slamet.

"Kita terus melakukan edukasi serta melarang para pendaki yang hendak melakukan pendakian ke gunung slamet, tidak hanya langsung kita juga menghimbau lewat akun media sosial bahwa saat ini belum bisa melakukan pendakian karena kondisi gunung slamet saat ini di level II. Sementara apabila ada yang ingin nge Camp kita dampingi dan tempat campnya sendiri kita awasi. Serta kita belum tahu kapan akan di buka kembali untuk jalur pendakian ini, selaku pemantau kita ikuti apa yang di katakan petugas dari pusat vulkanologi," jelas Ali Burhan kepada Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Selasa (14/5). 

Selain menutup jalur pendakian, pihak berwenang juga telah meminta warga yang bermukim di sekitar Gunung Slamet untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi yang dikeluarkan oleh PVMBG. Selain itu, pihak berwenang juga telah menyiapkan rute evakuasi dan lokasi pengungsian jika terjadi erupsi Gunung Slamet.

Dengan ditutupnya jalur pendakian ini, diharapkan para pendaki dapat mematuhi kebijakan ini demi keamanan dan keselamatan bersama. Sebagai gunung yang sangat populer di kalangan pendaki, Gunung Slamet telah menjadi destinasi wisata yang terkenal dan ramai dikunjungi setiap tahunnya. Namun, keamanan dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan.

Dengan keputusan ini, diharapkan para pendaki dapat memahami dan menghormati kebijakan yang telah diambil demi keamanan dan keselamatan bersama. Kita semua berharap agar kondisi Gunung Slamet segera membaik sehingga jalur pendakian dapat dibuka kembali dan para pendaki dapat menikmati keindahan dan tantangan alam yang ditawarkan oleh gunung ini.

Tags:    

Similar News