12 ribu hektar kawasan hutan KPH Telawa masuk wilayah Boyolali

Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa, salah satu unit manajemen di wilayah Divisi Regional Jawa Tengah. Dengan total kawasan hutan 18.700 hektar, diantaranya 12.235 hektar masuk  wilayah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Update: 2024-05-16 15:23 GMT
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa, salah satu unit manajemen di wilayah Divisi Regional Jawa Tengah. Dengan total kawasan hutan 18.700 hektar, diantaranya 12.235 hektar masuk  wilayah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Hal tersebut dijelaskan Administratur/Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KKPH) Telawa, Angkat Wijanto dalan audiensi dengan Bupati Boyolali, M. Said Hidayat di Kantor Bupati pada Rabu (15/05/2024).

“Luas total hutan yang kami kelola 18.700 hektar, dimana masuk wilayah kelola atau hutan wilayah administratif Kabupaten Boyolali itu ada 12.235 hektar. SDA (Sumber Daya Alam) ada beberapa jenis dimana hutan produksi jati, jenis tanaman kayu putih yang diambil daunnya, kemudian ada tanaman biomassa,” kata Angkat Wijanto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Kamis (16/5).

Dijelaskannya, KPH telawa di Kabupaten Boyolali mencakup 60 desa dan tujuh kecamatan. Ke tujuh kecamatan tersebut yakni Kecamatan Andong, Klego, Karanggede, Wonosamodro, Wonosegoro, Kemusu dan Juwangi.

Sebagai BUMN, pihaknya juga melakukan tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar, seperti pemberdayaan, kerjasama kemitraan, memperkerjakan masyarakat hutan mulai dari bercocok tanam, persemaian, penanaman, pemeliharaan pemanenan, termasuk pengelolaan yang melibatkan masyarakat sekitar.

Terkait dengan ketahanan pangan, masyarakat sekitar menanam kurang lebih 600 hektar komunitas jagung dengan hasil 1.500 ton yang membuat sirkulasi keuangan  dalam satu tahun.

“Termasuk kami punya dana tanggung jawab sosial dan lingkungan, kita arahkan untuk kelangsungan hidup. Seperti pemberian bantuan sarana air bersih kita salurkan secara bertahap. Kami juga mempunyai tanggungjawab sosial terhadap masjid masjid yang memerlukan. Harapannya masyarakat sejahtera, hutan lestari, berkepanjangan, fungsi fungsi ekologi kultur sosial terpenuhi,” Kata Angkat Wijanto.

Sementara itu, Bupati Boyolali, Muhamad Said Hidayat mengapresiasi atas kerjasama yang sudah terjalin antara KPH Telawa dengan Pemerintah Kabupaten Boyolali.

“Kami terbuka untuk terus berkoordinasi berkolaborasi bekerjasama untuk bagaimana penanganan  ke depan dengan sebaik baiknya. Sehingga, prinsip 3P yang diusung oleh KPH Telawa dapat terpenuhi. Prinsip tersebut yakni Provit, Planet dan People,"  ujar Bupati Said.

Tags:    

Similar News