Disuguhi fenomena alam langka, jamaah Haji Indonesia diimbau jaga kesehatan
Jamaah haji Indonesia disuguhi fenomena alam langka dimana, matahari berada di atas Ka'bah pukul 12.18 Waktu Arab Saudi.
Elshinta.com - Jamaah haji Indonesia disuguhi fenomena alam langka dimana, matahari berada di atas Ka’bah pukul 12.18 Waktu Arab Saudi, atau pukul 16.18 WIB hari ini, Senin, (27/05/2024). Jemaah haji Indonesia diimbau untuk tetap menjaga kesehatan selama beribadah.
Dengan adanya fenomena istiwa’ azam ini, ditambah suhu di Mekkah yang bisa mencapai 40 derajat celsius, Konsultan Pembimbing Ibadah Haji PPIH Arab Saudi Kyai Ahmad Sidqi, mengimbau bagi para jemaah haji Indonesia untuk menjaga kesehatan.
“Saya berpesan kepada jemaah calon haji menjaga kesehatan selama di kota Mekkah dan Madinah, karena memang tidak semua orang bisa menyesuaikan suhu dengan baik. Sering-sering minum agar tidak dehidrasi, lakukan ibadah sesuai dengan kemampuannya, prioritaskan yang wajib karena ibadah sesungguhnya nanti pada tangggal 09 Dzulhijjah”, ucap Kyai Ahsid.
Kyai Ahsid juga mengimbau umat muslim untuk memerhatikan arah kiblat. Pasalanya fenomena yang biasa disebut Istiwa’ A’zam ini dapat dimanfaatkan sebagai barometer muslim di dunia untuk meluruskan arah kiblat.
“Peristiwa di mana matahari akan melintas tepat di atas Ka’bah ini merupakan cara yang mudah bagi umat muslim untuk menentukan arah kiblatnya. Bayangan yang terlihat pukul 16.18 WIB pada hari ini, itulah arah kiblat yang sebenarnya..” terangnya.
Fenomena Istiwa’ A’zam
Peristiwa Istiwa’ azam atau posisi matahari di atas Ka’bah ini, sebenarnya sama dengan fenomena kulminasi matahari di beberapa daerah di Indonesia atau yang sering disebut matahari di atas garis Khatulistiwa.
Fenomena ini menyebabkan bayangan semua benda di permukaan bumi mengarah ke Ka’bah, sehingga momentum ini sangat tepat dimanfaatkan untuk meluruskan arah kiblat.
Bagi masyarakat Indonesia, dapat memanfaatkan momentum ini untuk menyesuaikan arah kiblatnya sudah tepat mengarah ke Mekkah ataukah belum.
Cara menentukan kiblat dapat dilakukan menggunakan benda lurus atau tubuh (anggota badan) untuk meluruskan arah kiblat.
Bayangan inilah arah kiblat sebenarnya. oleh karena itu, disilakan masyarakat Indonesia untuk menganalisis bayangannya pada pukul 16.18 WIB.
Kyai Ahsid menambahkan bahwa peristiwa istiwa’ azam juga bisa dialami masyarakat Indonesia pada tanggal 16 dan 17 Juli sekitar pukul 12.28 WAS, atau pukul 16.28 WIB.
"Peristiwa ini hanya terjadi dua kali dalam setahun. Yaitu pada hari ini 27 Mei 2024 pukul 16.18 WIB dan akan terjadi kembali pada 16 dan 17 Juli mendatang, sekitar pukul 12.27 WAS, atau pukul 16.27 WIB." Ungkap Kyai Ahsid.
(Yuniar K MCH 2024)