Ditolak warga, pengungsi Rohingya direlokasi ke Gedung Nasional Tanjung Pura
Sebanyak 62 orang pengungsi Rohingya ditampung di Gedung Nasional Tanjung Pura, di Kelurahan Pekan Tanjung Pura Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Elshinta.com - Sebanyak 62 orang pengungsi Rohingya ditampung di Gedung Nasional Tanjung Pura, di Kelurahan Pekan Tanjung Pura Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Diketahui sebelumnya warga Rohingya tersebut terdampar di Desa Kwala Langkat, Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat. Hal itu disampaikan Camat Tanjung Pura Muhammad Nawawi, Minggu (26/5).
Pengungsi Rohingya yang berada di Gedung Nasional tersebut sebelumnya berada di Desa Kwala Langkat, Kecamatan Tanjung Pura, sejak Rabu 21 Mei, karena mendapat penolakan dari warga Desa Kwala Langkat, hingga akhirnya jumat 23 Mei warga Rohingya tersebut dievakuasi ke Gedung Nasional yang berada di Kelurahan Pekan Tanjung Pura.
Camat Tanjung Pura Muhammad Nawawi mengatakan, para pengungsi Rohingya tersebut ditempatkan di Gedung Nasional ini dijaga oleh Satpol PP, Polisi dan BPBD segala aktifitas warga Rohingya dipantau oleh petugas. "Para pengungsi berada di Gedung Nasional dalam pengawasan petugas 24 jam secara bergantian, para pengungsi tidak diperkenankan keluar gedung," ujar camat.
Sementara Untuk makanan warga Rohingya tersebut disiapkan oleh pihak UNHCR. Camat juga menjelaskan sampai sejauh ini belum tahu berapa lama para warga Rohingya ini berada di penampungan Gedung Nasional Tanjung Pura tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya bahwa warga Rohingya yang pertama sampai di Desa Kwala Langkat sebanyak 51 orang namun bertambah karena ada warga menghantarkan sebanyak 11 orang lagi warga Rohingya yang didapati warga di Desa Teluk Bakung Kecamatan Tanjung Pura dan kemudian mereka di gabung di tampung di Gedung Nasional Tanjung Pura.
Keberadaan warga Rohingya di Gedung Nasional tersebut menjadi perhatian warga Tanjung Pura, sehingga banyak warga yang berdatangan untuk melihat dari dekat keberadaan orang Rohingya tersebut, ada juga yang bersimpati dan memberikan bantuan baik itu pakaian maupun makanan.
Lurah Pekan Tanjung Pura Suwanto mengatakan, pihaknya tidak dapat melarang warga yang ingin melihat orang Rohingya tersebut namun tetap ada pembatasan tidak diperkenankan masuk ke dalam gedung. "Boleh melihat tapi dari luar gedung dan bagi warga yang bersimpati untuk memberi bantuan pakaian atau makanan itu di catat oleh petugas piket," katanya.
Salah seorang tokoh masyarakat Adhla Yessa (47) warga Kelurahan Pekan Tanjung Pura, merasa terpanggil rasa kemanusiaannya dan memberikan bantuan pakaian wanita dan mukena layak pakai kepada warga Rohingya yang berada di Gedung Nasional.
"Rasa kemanusiaan saya terpanggil untuk berbagi meski hanya pakaian dan mukena bekas tapi masih layak pakai," kata Yessa seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Selasa (28/5).
Dari pagi hingga malam hari warga sekitaran Tanjung Pura, silih berganti berdatangan ke Gedung Nasional di Kelurahan Pekan Tanjung Pura. Mereka datang ke Gedung Nasional tersebut untuk melihat warga Rohingya yang sudah dua hari berada di Gedung Nasional itu.