22 ribu lebih anak jadi sasaran imunisasi polio di Kabupaten Jayapura 

Sebanyak 43.500 anak usia 0-7 tahun  di Papua menjadi sasaran pemberian imunisasi polio pada Pekan Imunisasi Nasional (PIN) dan khususnya di Kabupaten Jayapura ada 22 ribu lebih anak mendapat imunisasi polio pada Senin 27 Mei 2024. 

Update: 2024-05-28 18:56 GMT
Sumber foto: Aman Hasibuan/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebanyak 43.500 anak usia 0-7 tahun  di Papua menjadi sasaran pemberian imunisasi polio pada Pekan Imunisasi Nasional (PIN) dan khususnya di Kabupaten Jayapura ada 22 ribu lebih anak mendapat imunisasi polio pada Senin 27 Mei 2024. 

Pemberian imunisasi ini merupakan respon pemerintah atasi kasus luar biasa  (KLB) yang ditemukan di tiga Daerah Otonomi Baru (DOB) yaitu Provinsi Papua Tengah, Papua Selatan dan Papua Pegunungan maupun provinsi lainnya di Indonesia. 

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Edward Sihotang menjelaskan, imunisasi polio ini adalah sebagai respon pemerintah untuk mengatasi penularan ke wilayah Kabupaten Jayapura dari daerah kejadian luar biasa yang terjadi di  Timika, Asmat dan Nduga. 

“Untuk imunisasi polio di Kabupaten Jayapura dimulai Puskesmas  Sentani, Puskesmas Waibu di tujuh lokasi Posyandu yaitu Posyandu Onomi, Posyandu Puskopat, Posyandu Kehiran Satu dan 4 sekolah taman kanak-kanak karena sasaran imunisasi ini anak usia 0-7 tahun. Ini lokasi yang kita sudah siapkan untuk pelaksanaan imunisasi Senin (27/5),” papar Edward Sihotang, Senin (27/5/2024).

Menurut dia, Indonesia telah dinyatakan bebas polio beberapa tahun lalu. Tapi adanya kasus di Papua, pemerintah menggelar PIN Polio ini untuk mencegah meluasnya KLB ke wilayah lain. Anak-anak harus dilindungi dan mendapat perlindungan khusus, untuk pencegahan penyakit virus polio di Kabupaten Jayapura. 

Untuk itu, Dinkes Kabupaten Jayapura telah menjadwalkan untuk semua sasaran melalui seluruh Puksesmas, Posyandu, PAUD, TK dan SD. Pihaknya berharap seluruh masyarakat, dan orang tua turut serta dan mendukung gerakan Pekan Imuniasi Nasional (PIN) Polio untuk melindungi anak-anak dari virus polio. 

Edward menuturkan, untuk mengantisipasi tolakan dari masyarakat terkait pelaksanaan PIN ini, Dinkes Kabupaten Jayapura akan memberikan pemahaman pada masyarakat bahwa imunisasi polio ini bukan imunisasi yang berbeda atau bukan program baru dari pemerintah. Bahkan, pihaknya pun sudah melakukan koordinasi dengan para kepala Distrik dan kepala Kampung maupun kader-kader kesehatan. 

“Kita harapkan masyarakat jangan ada bepikit kalau ini imunisasi baru atau program baru, tapi ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus polio. Jadi himbau orang tua bisa mendukung imunisasi polio ini,” tuturnya seperti dilaporkan Kontributor Elshhinta, Aman Hasibuan, Selasa (28/5). 

Kemudian, petugas medis akan memberikan penjelasan pada kader pustu di kampung-kampung bahwa imunisasi polio bukan hal baru yang sebelumnya sudah dilaksanakan di Posyandu melalui tetes vaksinasi. 

“Pada imunisasi ini kita akan berikan dua tetes vaksin setiap anak, sedangkan untuk dosis yang disiapkan setiap botol vaksi berisi 50 dosis dengan satu anak diberikan 2 tetes,” ucapnya. 

Edward menambahkan, virus polio ini cepa menular meskipun Kabupaten Jayapura tidak terdampak, namun menjadi kota transit sehingga tidak menutup kemungkinan virus ini bisa menyebar ke wilayah setempat. Oleh karena itu, dihimbau kepada semua pihak agar bersama-bersama menjaga wilayah Kabupaten Jayapura dengan memberikan imunisasi polio pada anak-anak.

Tags:    

Similar News