Jemaah haji diimbau ikuti bimbingan manasik haji, bekal jadi haji mabrur

Makkah, Elshinta.com - Petugas Penyelenggara Ibadah haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah mengeluarkan imbauan agar jemaah haji aktif mengikuti bimbingan manasik haji, yang diselenggarakan oleh pembimbing ibadah kloter PPIH Arab Saudi, sebagai modal mendapat haji mabrur.  

Update: 2024-05-29 07:07 GMT
Sumber foto: Kemenag

Makkah, Elshinta.com - Petugas Penyelenggara Ibadah haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah mengeluarkan imbauan agar jemaah haji aktif mengikuti bimbingan manasik haji, yang diselenggarakan oleh pembimbing ibadah kloter PPIH Arab Saudi, sebagai modal mendapat haji mabrur.  

Kepala Daker Makkah Khalilurrahman mengatakan, bimbingan haji penting dilakukan sebagai modal mendapat haji mabrur. 

“Bimbingan haji penting dilakukan oleh jemaah sebagai modal mendapat haji mabrur. Slaah satu indikator haji mabrur adalah pemahaman seseorang akan ibadah yang ia laksanakan. Sehingga, pemahaman yang baik dan benar agar haji yang dilakukan sesuai syarat rukun sehingga tidak terjadi kesalahan dalam ibadah” ungkap Khalilurrahman, Selasa (28/5/2024). 

Pria yang akrab disapa Khalil itu juga menjelaskan, pemantapan melalui Bimbingan mansik ini juga penting karena Sebagian Jemaah haji Indonesia merupakan lansia. 

Khalil juga menambahkan, puncak haji yang masih dua hingga tiga pekan mendatang ini,  kesehatan dan keselamatan jemaah adalah yang utama. Ia juga mengimbau jemaah untuk berkonsultasi dengan petugas kesehatan yang sudah bersiaga di kloter, hotel dan di setiap sektor. 

“Karena puncak haji masih lama, kami mengimbau agar jemaah haji fokus menjaga kesehatan dan tetap melakukan bimbingan manasik haji. Seringlah berkonsultasi kepada dokter-dokter yang ada di kloternya, atau dokter yang ada di klinik kesehatan sektor. Kami menyediakan layanan kesehatan baik di kloter, di hotel, maupun di sektor dan juga siap melayani kesehatan jemaah selama 24 jam.” tegas Khalil. 

Lebih lanjut Khalil menghimbau Jemaah calon haji Indonesia khususnya KBIHU untuk tidak melakukan kunjungan keluar kota suci Makkah, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. 

“Selanjutnya kami juga mengimbau agar para jemaah haji tidak melakukan ziarah-ziarah ke daerah di luar kota perhajian. Hal ini karena akan berdampak buruk bagi jemaah apabila terjadi sesuatu. Sesuai kontrak kerja dengan Pemerintah Arab Saudi, wilayah kerja secara administratif pemerintah Indonesia adalah Makkah dan Madinah. Sehingga, ketika ada kejadian diluar dua kota suci ini akan sulit prosedurnya.” Pungkas Khalil. (Yuniar K / MCH 2024)

Tags:    

Similar News