Cuaca tembus 42 derajat celcius, jemaah lansia diimbau jaga kesehatan
Elshinta.com - Petugas Penyelenggara Ibadah haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah mengeluarkan imbauan agar jemaah haji lansia jaga kesehatan dan sholat fardhu di Masjid Hotel atau area pemondokan.
Makkah, Elshinta.com - Petugas Penyelenggara Ibadah haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah mengeluarkan imbauan agar jemaah haji lansia jaga kesehatan dan sholat fardhu di Masjid Hotel atau area pemondokan.
Kepala Daker Makkah Khalilurrahman menyampaikan imbauan ini dalam rangka menjaga kesehatan jemaah haji mengingat cuaca begitu panas di siang hari mencapai 45 derajat celsius.
“Kami mengimbau terutama jamaah haji yang lansia karena secara fisik sudah berbeda dengan yang muda, apalagi di siang hari matahari begitu terik dan suhu bisa mencapai 45 derajat celcius. Maka, kami imbau tetap melaksanakan ibadah sholat fardhu di masjid di hotel, di tempat pemondokan jamaah. Jangan memaksakan diri untuk melakukan sholat di Masjidil Haram.” ungkap Khalilurrahman, Selasa (28/5/2024).
Pria yang akrab disapa Khalil itu juga menambahkan, puncak haji yang masih dua hingga tiga pekan mendatang ini, kesehatan dan keselamatan jemaah adalah yang utama. Ia juga mengimbau jemaah untuk berkonsultasi dengan petugas kesehatan yang sudah bersiaga di kloter, hotel dan di setiap sektor.
“Karena puncak haji masih lama, kami mengimbau agar jemaah haji fokus menjaga kesehatan dan tetap melakukan bimbingan manasik haji. Seringlah berkonsultasi kepada dokter-dokter yang ada di kloternya, atau dokter yang ada di klinik kesehatan sektor. Kami menyediakan layanan kesehatan baik di kloter, di hotel, maupun di sektor dan juga siap melayani kesehatan jemaah selama 24 jam.” tegas Khalil.
Lebih lanjut Khalil mengatakan agar jemaah jemaah haji tidak melakukan ziarah-ziarah di luar kota perhajian, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Imbauan kami juga kepada ketua regu agar senatiasa menjaga komitmen kebersamaan dan keutuhan rombongan. Termasuk juga menjaga kesehatan keselamatan jemaah haji. Jangan memaksa untuk melaksanakan ziarah-ziarah di luar kota perhajian. Selain minim pengawasan, hal itu juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama di Tanah Suci. “ pungkas Khalil. (Yuniar K/MCH 2024)