Jemaah calon haji lansia pindah hotel demi safari wukuf
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan mensafariwukufkan calon haji lanjut usia (lansia) dan disabilitas nonmandiri atau tanpa pendamping.
Elshinta.com - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan mensafariwukufkan calon haji lanjut usia (lansia) dan disabilitas nonmandiri atau tanpa pendamping.
“Berdasarkan data yang kami dapatkan dari kepala seksi bahwa jumlah jamaah haji yang akan kita safari wukufkan itu berjumlah 288 itu terdiri dari 11 sektor,” ujar Koordinator Safari Wukuf Lansia non-Mandiri dr Meldy di Makkah, Rabu (12/6/2024).
Jumlah ini akan terus bertambah sesuai dengan kuota. Meldy juga menjelaskan, program safari wukuf ini diperuntukkan bagi lansia yang tidak mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti makan, minum, mandi, dan mobilisasi.
"Para lansia non mandiri ini akan dijemput dari hotel pemondokan di tiap sektor ke hotel transit yang terletak dekat dengan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. Fasilitas di hotel transit ini dibuat senyaman mungkin seperti di rumah, dengan infrastruktur yang mirip apartemen," paparnya.
Meldy mengatakan saat ini jamaah Lansia tengah dijemput secara berkala dari hotel pemondokan di tiap sektor ke hotel transit. Letaknya dekat dengan KKHI Makkah.
"Fasilitas secara infrastrukturnya di sini kita buat senyaman mungkin seperti di rumah. Sehingga kita memilih hotelnya ini adalah mirip apartemen," kata dia seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Yuniar Kustanto, Kamis (13/6).
Selama di hotel transit, jemaah haji akan mendapat layanan dari 60 petugas teknis Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH). Selain itu ada 10 petugas penunjang seperti dokter, perawat hingga apoteker.
"Para petugas akan membantu melayani kebutuhan jemaah seperti membantu berjalan ke kamar mandi, memberikan makanan dan sebagainya" tutur Meldy
Rencananya, jamaah lansia non mandiri tersebut akan disafariwukufkan pada Sabtu pekan ini. Maka, demi kelancaran pergeseran dan safari wukuf, jamaah diberangkatkan lebih awal ke hotel transit.
"Kalau itu dilakukan menjelang H-1 atau H-2, takutnya itu tidak sempat bahkan mungkin akan mengganggu kesehatan mereka," jelas Meldy.