Cegah KDRT dan judi online Polres Langkat gelar psikoedukasi
Beberapa waktu terakhir ramai diberitakan di media mengenai kasus seorang anggota polisi wanita (polwan) Briptu FN yang nekat membakar suaminya hidup-hidup, Briptu RDW sampai meninggal dunia di Mojokerto, Jawa Timur, akibat sang suami terlibat judi online.
Elshinta.com - Beberapa waktu terakhir ramai diberitakan di media mengenai kasus seorang anggota polisi wanita (polwan) Briptu FN melakukan tindak kekerasan terhadap suaminya Briptu RDW di Mojokerto, Jawa Timur, akibat sang suami terlibat judi online. Ini menunjukkan betapa judi online telah sangat mengancam kehidupan semua kalangan.
Menilik kejadian diatas Polres Langkat Polda Sumatera Utara, menggelar psikoedukasi kepada, anggota Polri, Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP), PHL dan masyarakat di sekitar Mapolres Langkat. Hal itu disampaikan Kabag SDM Polres Langkat Kompol Waskita Sheena Sari Sembiring, di aula Wira Satya, Mapolres Langkat, jalan Proklamasi, Kwala Bingai, Stabat, Kabupaten Langkat, Kamis (13/6).
Kegiatan yang dipimpin Kabag SDM Polres Langkat Kompol Waskita Sheena Sari Sembiring itu menghadirkan konselor dari bagian SDM Polres Langkat.
Kompol Waskita Sheena Sari Sembiring mengatakan, psikoedukasi adalah tindakan meditasi yang berguna untuk menangani kesehatan mental.
Tindakan psikoedukasi kepada seseorang dan keluarganya merupakan suatu cara menangani perubahan mental yang diharapkan dapat memberikan perubahan ke arah yang lebih baik terhadap sikap dan perilaku.
"Pesan saya kepada kita semua agar hati-hati menanggapi permasalahan yang ada di lingkungan keluarga, lingkungan tempat kita bekerja maupun dilingkungan tempat kita tinggal. Apabila ada permasalahan atau kendala komunikasikan dengan baik-baik jangan mengedepankan emosi," ujarnya.
Menurut Kompol Waskita, profesionalisme perlu terus ditingkatkan bagi seluruh anggota Polri karena tugasnya sebagai pemelihara kamtibmas, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, Polri harus bisa menjaga stabilitas kamtibmas.
"Pekerjaan Polri juga penuh dinamika yang semakin kompleks, memang butuh kesabaran dan komunikasi yang baik dalam menyelesaikan persoalan yang muncul," pungkasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim.