Kortab Lakukan Pertemuan Bahas Layanan Haji

Koordinator Maktab (Kortab) telah mengadakan pertemuan pada hari Kamis (13/06) WAS. Garis besar pertemuan tersebut adalah membahas hal-hal teknis persiapan pelayanan jemaah haji saat di Armuzna (Arafah-Muzdalifah-Mina).

Update: 2024-06-14 16:00 GMT
Direktur Bina Haji Kemenag RI Arsyad Hidayat memberikan arahan kepada 73 Kortab didampingi Kadaker Mekkah Khalilurrahman dan Kasatops Armuzna Harun Al Rasyid. Jumat (14/06) dini hari WIB. Yuniar K MCH 2024

Elshinta.com - Koordinator Maktab (Kortab) telah mengadakan pertemuan pada hari Kamis (13/06) WAS. Garis besar pertemuan tersebut adalah membahas hal-hal teknis persiapan pelayanan jemaah haji saat di Armuzna (Arafah-Muzdalifah-Mina).

Kortab di masing-masing sektor adhoc di Mina telah dibekali dan diberi penguatan untuk melaksanakan tugasnya. Sementara untuk Kortab di Arafah sudah lebih dulu dikumpulkan. Total ada sejumlah 73 maktab untuk jemaah haji Indonesia. Setiap maktab tersebut akan dikomandoi oleh satu penanggung jawab dan dibantu para staf.

“Setiap maktab itu ada satu orang yang bertanggung jawab menjadi koordinator dibantu oleh stafnya beberapa orang yang tujuannya adalah untuk bisa memastikan penempatan jemaah di tenda itu. Juga untuk membantu melayani jemaah ketika mabit di Mina,”  ujar Kepala Satuan Operasional Armuzna, Harun Al-Rasyid saat ditemui pada hari Kamis (13/06) WAS.
Kemudian, ia menjelaskan terkait tugas-tugas yang nantinya akan dilakukan di maktab. Mulai dari pengecekan kesiapan tenda, makan, hingga toilet yang menjadi kebutuhan jemaah.

“Diantaranya mengecek kesiapan dapur, katering, dan tenda-tenda yang akan ditempati. Kemudian juga mengecek adanya kesiapan toilet, air, untuk kebutuhan jemaah selama mabit di Mina yang kurang lebih tiga malam empat hari itu. Serta juga membantu proses kelancaran jemaah dalam melaksanakan wajib haji,” lanjutnya. 

Keragaman jemaah haji yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari kultur, pendidikan, hingga sosial menjadi hal yang perlu diperhatikan. Maktab diharapkan bisa memberikan pelayanan yang didasarkan pada keragaman jemaah.

Harun menyebutkkan bahwa nantinya tiap Kortab akan berada di setiap maktabnya. Mereka bertanggung jawab sebagai penghubung antara jemaah dengan maktab. Setiap maktab diperkirakan membawahi 2800 hingga 3000 orang. Atau juga membawahi kloter yang sebelumnya sudah diklusterkan oleh PPIH.

Dalam melaksanakan tugasnya, tentu maktab akan menemui tantangan dalam hal pelayanan. Banyak hal teknis yang pasti akan dikeluhkan dari ratusan ribu jemaah yang harus ditanggapi, terutama dalam hal penyediaan fasilitas.

“Tentunya tantangan-tantangan yang perlu kita antisipasi yaitu kesiapan baik itu fasilitas tenda, fasilitas air, dan juga ketepatan dalam pengaturan katering.

Tags:    

Similar News