1500 Bus dari Masyariq Akan Membawa Jemaah Indonesia ke Arafah

Jemaah Haji Indonesia berangkat menuju Arafah mulai hari Jumat, 14 Juni 2024. 

Update: 2024-06-14 18:16 GMT
Sumber foto: Keberangkatan jemaah calon haji Indonesia menuju ke Arafah (foto : Sigid Kurniawan)

Elshinta.com - Jemaah Haji Indonesia berangkat menuju Arafah mulai hari Jumat, 14 Juni 2024. 

Pihak masyariq (perusahaan penyedia layanan bagi jemaah haji di Armuzna) telah menyediakan bus sejumlah 1500 unit untuk membawa jemaah. Hal ini disampaikan oleh Inspektur Jenderal Kemenag, Faisal Ali Hasyim saat melepas Calon Jemaah Haji (CJH) Indonesia menuju ke Arafah pada hari Jumat (14/06) WAS.

“Kita harapkan dari janji masyariq ada 1500 bus yang dikerahkan untuk mengangkut seluruh jemaah kita,” ungkapnya.
Faisal mengharapkan semua jemaah sudah diberangkatkan ke Arafah sore hari nanti. PPIH Daker Mekkah akan memberangkatkan jemaah dalam tiga trip secara bertahap.

“Sampai sejauh ini alhamdulillah mulai ada pemberangkatan jemaah kita dari Mekkah ke Arafah. Ini kita bagi dalam 3 trip. Trip satu kita harapkan jam 10 selesai. Lalu trip dua nanti kita harapkan jam 12 selesai. Dan sore hari kita harapkan semua jemaah sudah berangkat ke Arafah,” jelasnya.

Faisal mengaku, meskipun ada kendala berupa keterlambatan kedatangan karena kemacetan, pihaknya menyebut hal itu masih ditoleransi. Ia menyebut tidak ada jemaah yang tertinggal dan masih sesuai dengan skenario pemberangkatan.
“Sampai jam ini tidak ada laporan jemaah tidak diberangkatkan,” tandasnya.

Terkait skema pemindaian smart card untuk masuk bus, Faisal mengungkapkan ada perbedaan dari prosedur. Kondisi yang cukup crowded menyebabkan proses scanning dilakukan di dalam bus.

“Memang ini agak sedikit berbeda dari yang direncanakan. Setiap jemaah discan dulu untuk masuk ke bus. Mungkin karena jemaah sudah terlalu menunggu lama, scannya dilakukan di bus.”

Lebih lanjut, Faisal juga menekankan kepada petugas untuk teliti memantau jemaah ilegal agar tidak bisa masuk ke dalam bus yang akan berangkat menuju Arafah. Ia memastikan hal tersebut agar sesuai dengan peraturan Pemerintah Arab Saudi bahwa jemaah non-visa haji dilarang masuk ke Mekkah.

“Dari pantauan saat ini kalau kita lihat alhamdulillah semua jemaah kita tidak ada jemaah yang ilegal masuk ke bus,” pungkasnya.

Tags:    

Similar News