Pelaku UMKM diharapkan kuasai data base ketika memulai usaha

Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Langkat melaksanakan coffee break menyongsong pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis teknologi di salah satu cafe, Jalan Proklamasi, Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu (19/6).

Update: 2024-06-19 23:48 GMT
Sumber foto: M Salim/elshinta.com.

Elshinta.com - Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Langkat melaksanakan coffee break menyongsong pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis teknologi di salah satu cafe, Jalan Proklamasi, Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu (19/6).

Dalam kegiatan tersebut, GP Ansor menghadirkan narasumber mantan Staf Ahli Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Barry Simorangkir

Pada kesempatan itu, Barry memaparkan pentingnya penguasaan data base bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ingin memulai usahanya. "Artinya, bagi pemula UMKM harus mengetahui apa saja keunggulan dari daerahnya, sehingga mudah untuk menjadi brand-brand tertentu yang menarik pasar atau pemangku kepentingan setempat," jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim.

Jadi, lanjut dia, dengan mengangkat potensi daerah sedikit lebih mudah untuk memulai usaha, karena sudah banyak dikenal masyarakat luas. "Misalnya di Kabupaten Langkat punya komuditas seperti udang galah, ikan jurung atau perajin tikar purun dan sejenisnya, yang bisa diangkat dan dipromosikan melalui teknologi media sosial, saya rasa produk-produk ini sudah dikenal masyarakat, tinggal bagaimana mengkombinasikannya," ujarnya.

Lebih jauh dikatakan dia, tanpa adanya data base tersebut, tentu memulai usaha ini sangat sulit dan sedikit liar, karena tidak ada padoman atau acuan produk yang ingin dipromosikan atau dijual dipasaran. "Memang sedikit rumit mengkombinasikan data base itu, tapi jauh lebih mudah dan fokus, karena pelaku usahanya sudah ada, tinggal bagaimana mempromosikannya lebih luas di platform starup," ungkapnya.

Selain itu, Barry juga menyebutkan, selain memanfaatkan produk-produk lokal, pelaku usaha juga bisa memanfaatkan ilmu pengetahuannya untuk meningkatkan penghasilan dari starup. "Bukan hanya produk benda saja yang bisa dijual melalui starup, tetapi keahlian juga bisa dimanfaatkan melalui tutorial dalam bentuk video, itu juga banyak dicari masyatakat," terangnya.

Usai memberikan pandangannya, kegiatan ini juga dibarengi tanya jawab dengan peserta coffee break yang didominasi mahasiswa. Acara ini juga disaksikan Ketua DPP GP Ansor Jabidi Ritonga dan Pengurus PC Ansor Kabupaten Langkat serta undangan lainnya

Tags:    

Similar News