Jemaah Haji Perlu Pahami Perbedaan Fasilitas Hotel di Mekkah dan Madinah

Rombongan jemaah haji Indonesia gelombang kedua tiba di Madinah. Jemaah haji Indonesia dijadwalkan untuk melakukan ziarah ke makam Rasululloh. Perbedaan kondisi antara Makkah dan Madinah menjadi perhatian Kemenag dalam melayani jemaah.

Update: 2024-06-27 11:02 GMT
Sumber foto: Radio Elshinta (Yuniar K MCH 2024)

Elshinta.com - Rombongan jemaah haji Indonesia gelombang kedua tiba di Madinah. Jemaah haji Indonesia dijadwalkan untuk melakukan ziarah ke makam Rasululloh. Perbedaan kondisi antara Makkah dan Madinah menjadi perhatian Kemenag dalam melayani jemaah.

Perbedaan kapasitas hotel antara Makkah dan Madinah membuat rombongan jemaah haji sangat mungkin terpisah meskipun dalam satu kloter. Hal ini disampaikan Kepala Daerah Kerja Mekkah Khalilurrahman. 

“Kalau di Mekkah kapasitas hotelnya besar-besar, bisa mencampur sampai puluhan ribu jamaah haji di Indonesia. Tetapi di Madinah, tidak semua hotel itu bisa menampung puluhan ribu. Bahkan banyak yang hanya bisa menampung cuma 2000 atau 3000 sehingga potensi berpisah hotel menjadi hal yang tidak bisa dihindarkan.” Terang Khalil dalam keterangan pers, Rabu (26/6/2024).

Khalil juga menjelaskan, hal yang perlu diketahui oleh jemaah haji selain kapasitas,  yakni fasilitas dan aturan di hotel yang juga berbeda. 

“Misalkan kalau di Makkah ada mesin cuci, tapi di Madinah tidak ada mesin cuci. Kemudian juga larangan-larangan seperti merokok di Madinah tidak boleh. Kemudian menjemur pakaian di jendela ataupun di lorong-lorong juga tidak diperbolehkan.” katanya. 

Lebih lanjut Khalil juga mengingatkan bahwa, kondisi cuaca di Madinah lebih panas dibandingkan di Mekkah. Oleh karena itu, jemaah diminta lebih berhati- hati dan selalu menjaga kesehatan selama di Madinah, terutama kondisi kaki agar tidak melepuh. 

“Kasus yang tiap tahun terjadi banyak jamaah haji itu yang kakinya melepuh seusai mereka melaksanakan sholat masjid nabawi. Kenapa? Karena mereka menitipkan sandal di loker penitipan loker masjid nabawi, sementara jumlah loker di masjid nabawi jumlahnya banyak. Masukan sandal di kantong kresek agar tidak hilang.” pungkas Khalil.
 

Tags:    

Similar News