Warga Getasan tenggelam di embung Tosoro

Curiga orang tuanya tidak kunjung pulang dari kebun cabe sejak sore, seorang warga Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Agus Asrori (33) melaporkan ke Polsek Getasan. Kapolsek Getasan Iptu Ari Parwanto menjelaskan kejadian terjadi pada Jumat 19 Juli 2024. 

Update: 2024-07-22 19:11 GMT
Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Curiga orang tuanya tidak kunjung pulang dari kebun cabe sejak sore, seorang warga Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Agus Asrori (33) melaporkan ke Polsek Getasan. Kapolsek Getasan Iptu Ari Parwanto menjelaskan kejadian terjadi pada Jumat 19 Juli 2024. 

Pihaknya menyampaikan bahwa, korban adalah Subari (58) merupakan warga Dusun Tosoro RT 15 RW 6 Desa Jetak,  Kecamatan Getasan. Dimana korban pamit dari rumah sekitar pukul 15.00 WIB dengan menggunakan sepeda motor dan membawa sebilah sabit dan galon bekas, untuk mencari rumput pakan ternak dan menyiram kebun cabe miliknya. 

Menurut keterangan saksi yaitu anak korban Agus Asrori bahwa, ayahnya (bapak Subari) pergi dari rumah untuk mencari rumput dan menyiram kebun cabe sekitar pukul 15.00 WIB namun hingga pukul 18.00 WIB korban tidak kunjung pulang. Selanjutnya anak korban menyusul ke lokasi embung sekitar kebun cabe milik ayahnya.

"Di lokasi saksi menemukan kendaraan ayahnya dengan rumput yang diikat di atas sepeda motor, sabit dan galon bekas milik ayahnya. Saksi mencoba memanggil dan mengecek di embung Tosoro, namun tidak membuahkan hasil dan melaporkan ke perangkat desa selanjutnya meneruskan ke Polsek Getasan," jelas Ari seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Senin (22/7).

Di embung yang diperkiraan seluas lapangan sepak bola mini ini, Personel Polsek Getawan, petugas BPBD, Damkar dan warga melakukan upaya mengurangi debit air dengan membuka pembatas/pintu embung, dan penyelaman di dasar embung sedalam 4 meter. 

"Bersama BPBD, Damkar dan Masyarakat kami mencoba mencari korban di dasar embung. Dikarenakan lapisan embung dilapisi plastik tebal, dan terdapat jejak gesekan kaki, kami menduga korban terpeleset saat mengambil air untuk menyiram tanaman cabe miliknya," imbuh Ari. 

Masih menurut  Ari, Sekitar pukul 21.45 WIB korban berhasil ditemukan di dasar embung. Dan langsung dilakukan evakuasi selanjutnya dibawa ke Puskesmas Getasan, untuk dilakukan pemeriksaan atau visum luar. 

"Bersama keluarga dan menurut keteranga  pihak Puskesmas Getasan, dugaan korban meninggal karena tenggelam dan tidak ada tanda tanda kekerasan pasa tubuh korban,"  ungkap Ari Kembali. 

Setelah mendapat penjelasan dari medis, pihak keluarga menerima meninggalnya korban dan menolak dilakukan autopsi dengan membubuhkan surat pernyataan. "Jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," tandas Ari. 

Tags:    

Similar News