UMKM Bali Kaori Group optimistis Go Public 2027
Kaori Group salah satu contoh perusahaan lokal di Bali yang masuk dalam kategori Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) telah memulai bisnis usahanya sejak 2010 lalu itu mempunyai rencana 'mimpi besar' di masa mendatang yaitu dengan cara mencatatkan namanya melantai di bursa atau Go Public.
Elshinta.com - Kaori Group salah satu contoh perusahaan lokal di Bali yang masuk dalam kategori Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) telah memulai bisnis usahanya sejak 2010 lalu itu mempunyai rencana 'mimpi besar' di masa mendatang yaitu dengan cara mencatatkan namanya melantai di bursa atau Go Public.
Perjalanan 14 tahun Kaori Group sebagai perusahaan lokal itu tentu saja memerlukan dukungan dari masyarakat luas. Sehingga diharapkan produk ataupun usaha yang dibuat ini bisa dimanfaatkan atau dibutuhkan semua lapisan masyarakat.
Direktur Utama (Dirut) Kaori Group, Ni Kadek Winnie Kaori Intan Mahkota saat ditanya wartawan mengatakan, bahwa jika ingin Go Public maka pihaknya perlu memperhatikan beberapa hal. Hal itu diantaranya bisa dilihat dari segi permodalan, kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan apakah produk yang dihasilkan tersebut dibutuhkan masyarakat.
“Menariknya, perusahaan yang akan bertransformasi menjadi Terbuka (Tbk) melalui proses Go Public tentu bisa mendapatkan pendanaan dari pihak luar,” kata Winnie Kaori kepada wartawan, Rabu (24/7).
Ia menjelaskan, selain diperoleh dana lebih luas, perusahaan yang melantai ke Bursa Efek Indonesia (BEI) atau bursa saham akan menawarkan penjualan saham perdana ke publik atau Initial Public Offering (IPO).
Ia menjelaskan, hal tersebut bakal meningkatkan tata kelola perusahaan yang lebih baik sebagai upaya memajukan strategi bisnis kedepan. Dalam proses penataan ini, pihaknya membutuhkan waktu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Misalnya sembako, siapa yang perlu makan dengan beras, minyak goreng dan kebutuhan yang nantinya gula bisa disuplai kontinuitas serta distribusi tidak ada kendala,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menambahkan bahwa kesehatan (keuangan) perusahaan menjadi salah satu poin penting untuk mendaftarkan Tbk atau perusahaan tersebut terbuka.
“Siapa-siapa saja Badan Usaha yang bisa Go Public dan akuntabel atau tidak dalam kondisi sekarang, untuk bisa memberikan penyajian laporan yang sudah diaudit seperti itu," tambahnya.
Menurutnya, dari segi signifikan untuk mendatangkan manfaat, apakah usaha ini berlakunya se-Indonesia atau bahkan bisa dibutuhkan untuk pasca ekspor yang masyarakat, potensi apa yang kita bisa suplai.
Ia mencontohkan, petani mendapatkan hasil panen yang berlimpah, saat panen raya. Menyikapi hal tersebut, perusahaan Tbk bisa membantu memasarkan dengan hadirnya modal yang memang dibuka secara luas, pada masyarakat Indonesia, agar bermanfaat bagi petani.
"Itu tersalurkan hasil pertaniannya dengan proses yang memang membutuhkan simpel dan mereka mendapatkan hasil yang nyata," tegasnya.
“Contoh lainnya dapat dilihat dari hasil panen bawang di Songan sangat berlimpah, tapi harganya murah,” jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Jumat (26/7).
Maka dari itu diharapkan keberadaan Kaori Group bisa nanti memasarkan bawang tersebut untuk dibutuhkan masyarakat Singapura, Philipina sampai masyarakat luar negeri yang membutuhkan bawang, jahe merah dan jahe gajah untuk rempah-rempah yang ternyata tidak bisa didapatkan di negaranya.
"Nah, hal ini yang kami akan gali lagi, siapa-siapa yang berkeinginan bergabung menjadi bagian dari komunitas kita, ekspor yang tentunya memberikan manfaat lebih, tidak hanya untuk mengambil, tapi kita memberikan mereka hasil setelah mereka produksi," sambungnya.
Ia mencontohkan, buah tomat itu dijual buahnya atau bisa dijual dalam bentuk selai atau saos, sehingga pengembangan-pengembangan inilah dibutuhkan permodalan yang tidak sedikit, karena prosesnya butuh waktu.
"Mengenai segera Tbk (Go Public) itu menjadi mimpi kami the dreams 2027, tiga tahun lagi berkenan, nanti syarat dan ketentuannya bisa dipenuhi, mohon doa restu," tuturnya.
Sebagai pimpinan perusahaan, Winnie Kaori menyebutkan tidak mau melakukan monopoli lantaran ada orang yang membantu, memegang peranan, membesarkan dan membuka link untuk bisa menjadi perusahaan Tbk.
"Itulah manfaat yang kami harapkan bagaimana sebelum dan sesudah menjadi Tbk multi player effect-nya seperti apa. Apakah ini skup Indonesia, Bali atau Indonesia Timur saja atau bisa skup-nya Nasional atau Go Internasional," pungkasnya.