Buka pelatihan UMKM bagi warga desa, Prof Yulius harap tidak ada lagi kemiskinan ekstrem
Mahkamah Agung Peduli (MA Peduli) yang dipimpin langsung Ketua Kamar Tata Usaha Negara MA Prof Yulius beserta segenap Relawan MA Peduli kembali menyelenggarakan bakti sosial di wilayah Boyolali dan Ungaran, Jawa Tengah.
Elshinta.com - Mahkamah Agung Peduli (MA Peduli) yang dipimpin langsung Ketua Kamar Tata Usaha Negara MA Prof Yulius beserta segenap Relawan MA Peduli kembali menyelenggarakan bakti sosial di wilayah Boyolali dan Ungaran, Jawa Tengah. Kegiatan bakti sosial MA Peduli di Boyolali diselenggarakan berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah.
Dalam kegiatan tersebut, MA Peduli bersama Baznas Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Pelatihan UMKM Bidang Usaha Boga Bagi Warga Desa Miskin Ekstrim di Daerah Jawa Tengah.
MA Peduli yang diinisiasi Prof Yulius terus menjalar ke daerah-daerah. Bahkan Prof Yulius diminta hadir untuk memberikan bantuan secara langsung. Seperti saat hadir pada acara MA Peduli di Jawa Tengah Prof. Yulius membuka langsung pelatihan UMKM.
Dalam sambutannya, Prof Yulius berharap dengan pelatihan tersebut bisa meningkatkan kemampuan peserta pelatihan dalam bidang Usaha Boga yang diharapkan akan meningkatkan taraf ekonomi peserta ke depannya. "Ke depan jangan ada lagi istilah miskin ekstrim dimanapun termasuk di Jawa Tengah," kata Prof. Yulius, Minggu (4/8).
Prof Yulius dalam kegiatan ini menekankan agar Para Hakim terus terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial, karena kegiatan semacam ini merupakan wujud nyata kepedulian MA dan diharapakan mendekatkan MA pada masyarakat. "Hakim perlu menjaga hati, melembutkan nurani agar tidak terlempar dari masnyarakat," ujarnya.
"Kami ingin lebur dengan masyarakat, merasakan denyut nadi bahagia dan nestapanya masyarakat. Kami ingin duduk makan bersama lesehan dengan saudara kita secara ekonomi miskin," tambah Yulius.
Yulius mengatakan jika seorang hakim pikiran dan jiwanya harus hidup di tengah masyarakat. "Hakim harus hidup pikiran dan jiwanya di tengah masyarakat", pungkas Hakim Agung kelahiran Bukittingi itu.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Yulius mewakili MA Peduli menyerahkan bantuan berupa peralatan memasak pada peserta pelatihan sekaligaus membuka acara pelatihan.
Kegiatan pelatihan itu dipusatkan di Asrama Haji Donohudan Boyolali dengan melibatkan lebih dari seratus orang peserta pelatihan yang berasal dari berbagai Desa di Jawa Tengah.
Dalam acara tersebut turut hadir Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, KH. Ahmad Darodji, PJ.Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan Pemprov Jawa Tengah, Ketua Pengadilan Tinggi Semarang, H. Charis Mardiyanto, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang Dr. H. Zulkarnain.
Para Ketua Pengadilan di wilayah Jawa Tengah dan Insan MA Peduli yang berasal dari Jakarta, Bandung dan Semarang. Setelah melakukan kegiatan di Boyolali, MA Peduli bertolak ke Ungaran Jawa Tengah, untuk kembali memberikan bantuan ke Panti Asuhan Manarul Mabrur.
Di Panti Asuhan Manarul Mabrur yang menampung lebih dari 70 anak, MA Peduli menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan susu untuk anak-anak dan uang tunai yang secara langsung diterima oleh Rois Bawono Hadi Pengasuh Panti Asuhan Manarul Abror.
Prof.Yulius terlihat dekat dan akrab dengan anak-anak di panti asuhan. Tampak Prof Yulius tak segan menggendong anak difable yang bergelayut ke pangkuannya.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan MA Peduli Jakarta, Anang Suseno Hadi, menyampaikan bahwa kegiatan-kegiatan MA Peduli telah dilakukan di lebih dari 70 daerah yang tersebar dari Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Nusa Tenggara serta akan terus di lakukan ke berbagai daerah lain.
"Kita akan terus melakukan kegiatan MA Peduli ke daerah-daerah" ucap Hakim yang juga merupakan Panitera Pengganti Mahkamah Agung tersebut.
Dalam kesempatan itu, Yulius membantah bantuan yang disalurkan MA Peduli dari para cukong. "Saya tidak tahu apakah ada orang yang inginkan saya jadi Ketua MA di waktu depan. Mengalir saja," tandas Yulius.
Apalagi muncul fitnah adanya bantuan dari para cukong. "Fitnah dan gosip mulai berhamburan dari sana sini dituduhkan menerima dana dan suntikan dana bantuan dari para cukong," imbuhnya.
Prof.Yulius menegaskan tak ada bantuan dari para cukong dalam aksi MA Peduli ini. "Kalau ada pihak-pihak yang minta dukungan dana untuk kepentingan saya, kalau saya terima dana satu sen pun dari para cukong itu, saya haramkan semua dalam hidup saya, kerena jabatan itu bukan apa-apa," tegas Yulius.
"Saya sampaikan di depan bapak yai demi Allah saya haramkan bantuan dari para cukong ingin membeli orang untuk memilih saya, seandainya saya ikut pemilihan," ungkapnya.