TNI dampingi program optimasi lahan rawa di Secanggang
Komando Rayon Militer 08/Secanggang, Kodim 0203/Langkat, Kodam I/Bukit Barisan melaksanakan optimasi lahan (opla) rawa di Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Elshinta.com - Komando Rayon Militer 08/Secanggang, Kodim 0203/Langkat, Kodam I/Bukit Barisan melaksanakan optimasi lahan (opla) rawa di Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Hal itu disampaikan Komandan Koramil 08/Secanggang, Kapten Inf Asman Riadi, Senin (19/8).
Dijelaskan Kapten Asman di Kecamatan Secanggang, ada 11 desa yang mendapat program opla yakni Desa Sungai Ular, Desa Kebun Kelapa, Kelurahan Hinai Kiri, Desa Tanjung Ibus, Desa Secanggang, Desa Selotong, Desa Pantai Gading, Desa Karang Gading, Desa Telaga Jernih, Desa Kepala Sungai, dan Desa Karang Anyar.
"Untuk Desa Sungai Ular sudah selesai, desa lainnya sedang dalam pengerjaan," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Selasa (20/8).
Dijelaskan Asman, program optimasi lahan ini merupakan MoU antara Kementerian Pertanian dan Mabes TNI. Sedangkan usulan optimasi lahan ini dari gabungan kelompok tani (gapoktan) di Kecamatan Secanggang dan pekerjaan optimasi ini ditargetkan akan selesai pada 30 Agustus 2024. "Optimasi lahan tersebut mencakup normalisasi saluran air, membangun gorong-gorong, pintu air dan plat dueker, untuk saluran air itu bisa normalisasi yang ada maupun membuat saluran baru dengan alat berat, saat ini ada enam unit excavator yang bekerja di lapangan," ujar Asman.
Asman Riadi berharap, kolaborasi Kementan-TNI ini dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari yang tadinya hanya satu kali menjadi dua kali tanam per tahun. "Insya Allah bisa menambah produksi dan menambah indeks pertanaman dari yang satu kali menjadi dua kali bahkan tiga kali apalagi dipadu dengan program pompanisasi. TNI siap mensukseskan kegiatan opla pendampingan dan membantu pelaksanaan di lapangan bersama dinas pertanian dan petani," katanya.
Kepala Desa Karang Gading Bahrul menyambut baik program optimasi lahan di desanya. Dimana Desa Karang Gading mendapat normalisasi tata kelola air dari Dusun XIV Paluh Ibus menuju ke Dusun VII Pasiran, ditambah lagi dengan mesin pompa. "Kalau program ini tuntas, kan ada optimalisasi tata kelola air maka areal persawahan petani bisa dimanfaatkan untuk menanam padi dengan pola tanam teratur, bisa dalam satu tahun dua kali tanam," katanya.
Seperti diketahui, Optimasi lahan rawa merupakan salah satu upaya konkret dari Kementerian Pertanian dalam melakukan akselerasi penanganan darurat pangan. Kegiatan ini sangat penting disebabkan oleh produksi dan produktivitas lahan pertanian masih rendah yang berdampak kepada pendapatan petani juga rendah