Jalin silaturahmi, warga muslim Indonesia di Jepang gelar KMII Championship 2024

Keluarga Masyarakat Muslim Indonesia (KMII) Jepang menggelar KMII Championship 2024 dengan berbagai ragam cabang olah raga di Balai Indonesia Tokyo, Minggu 18 Agustus 2024. 

Update: 2024-08-21 14:44 GMT
Sumber foto: KBRI Tokyo/elshinta.com.

Elshinta.com - Keluarga Masyarakat Muslim Indonesia (KMII) Jepang menggelar KMII Championship 2024 dengan berbagai ragam cabang olah raga di Balai Indonesia Tokyo, Minggu 18 Agustus 2024. 

Ketua KMII Jepang Zahrul Muttaqin memastikan kegiatan ini tidak hanya dalam lingkup warga Muslim tetapi juga untuk merangkul berbagai elemen masyarakat termasuk warga Jepang. 

"KMII Championship 2024 ini diinisiasi sebagai sarana untuk meningkatkan ukhuwah antar pegiat dakwah dan kegiatan keIslaman di Jepang. Namun demikian dalam pelaksanaannya bersifat inklusif dan semua elemen masyarakat Indonesia bahkan Jepang juga boleh berpartisipasi," ujar Zahrul. 

"Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sebuah even olahraga yang secara teratur diselenggarakan dan dapat menjangkau perwakilan elemen masyarakat Islam Indonesia dari ujung utara sampai selatan Jepang," tambahnya. 

Penanggung jawab acara KMII Championship 2024 Fauzan Mukarram menjelaskan berbagai ragam olah raga yang diperlombakan ini bekerja sama dengan mitra KMII Jepang.

"Ada Virtual Cycling (Gowes HUT ke-79 RI) yang dibantu oleh kawan-kawan Go Pro Jepang. Ping pong Ceria. Lalu pada bulan September 2024 kami gelar Kompetisi Futsal. Kegiatan ini juga sebagai rangkaian HUT Kemerdekaan ke-79 RI," terang Fauzan.

Andi Asgar salah seorang panitia Virtual Cycling Gowes HUT ke-79 RI mengaku banyak warga yang antusias ikut dalam lomba ini. 

"Ini adalah ajang olah raga sekaligus silaturahmi antar WNI Muslim dan kelompok masyarakat lain. Bersepeda virtual ini mirip dengan di dunia nyata. Para pesepeda mengayuh sepeda di trainer stasioner mereka, Daya yang dikeluarkan dihubungkan melalui komputer ke dalam berbagai program. Ada tiga kategori lomba yaitu, 3 dan 5 menit jarak terjauh dan 1 menit watt terbesar," terang Andi yang tinggal di Jepang sejak 1995. 

Suasana ceria terlihat dari para peserta dari ragam profesi. Mulai dari pekerja magang, perawat, pekerja profesional dan sebagainya.

Tags:    

Similar News