Pendakian Gubung Kahung jadi target wisata alam Desa Belangian
Pendakian Gunung Kahung menjadi salah satu target wisata alam Desa Belangian, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Elshinta.com - Pendakian Gunung Kahung menjadi salah satu target wisata alam Desa Belangian, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Untuk menempuh lokasi tersebut disuguhkan perjalanan air dan menyusuri lembah yang eksotik. Sedangkan ini disampaikan Pembakal Desa Belangian, Aunul Khoir.
"Untuk pendakian, alhamdullih luar biasa," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (24/8/2024).
Terakhir event nasional, ungkap dia, yakni Pendakian Merah Putih 2024, tanggal 15 Agustus 2024 lalu. Pesertanya ada 87 orang perwakilan dari berbagai propinsi, ia menyebut Aceh, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
"Rata-rata yang ikut, para mahasiswa, mahasiswa pecinta alam hingga pelajar," terangnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Agung Santoso, Senin (26/8).
Usia ini seiring mayoritas pengunjung yang akan mendaki setiap akhir pekan. Okupansi mencapai 100 pengunjung setiap pekannya dengan tujuannya mendaki. Bahkan kenyamanan didukung di lokasi tersebut dengan homestay yang tarifnya terjangkau Rp100 ribu untuk 1x24 jam.
"Tarif tersebut sudah dapat makan tiga kali, listrik, dan kebutuhan istirahat. Kalau Mapala, gratis," ujarnya.
Bahkan ketersediaan ojek hingga pos satu atau ujung jalan dengan tarif Rp40 ribu. Setidaknya, kata Aunul, berdampak ekonomi masyarakat desanya. Dan inilah yang langsung diambil manfaatnya oleh warga, baik itu ojek, poter, jual makanan, homestay dan sebagainya.
"Jadi, kita tidak hanya wisata alam berupa pendakian, tapi wisata edukasi juga. Wisata keluarga," terangnya.
Namun demikian, ia mengatakan pendapatan perkapita tinggi tapi pendidikan masih rendah. Secara terpisah, Jasa Ojek Lembah Kahung, Siswanto mengaku ekonomi keluarga ditopang berprofesi layanan ini. Termasuk bersama temannya melayani penyeberangan Waduk Riam Kanan menuju desanya.
"Ya kadang ke Kota, akhir pekan menjadi ojek," ujarnya pria lulusan SMK.
Sejak lulus sekolah, ia sempat kerja ke kota seberang tapi balik menjadi ojek dengan hasil cukup. Dari pantuan, suguhan pengunjung atau pendaki berupa alam ekstrem dengan geologikal batu berusia ratusan tahu dan pohon. Salah satu pengunjung, Vira mahasiswa semester V dari kampus di Kalimantan Selatan mengaku dua kali mendaki.
"Terakhir 17 agustus, kemarin. Di puncak gunung upacara bendera," terangnya yang juga anggota mapala.
Menuju pos satu ia menceritakan sajian jembatan gantung Sungai Besar dan shelter panggung kayu. Berikut aliran sungai dan Pohon Benuang Laki yang usianya 70 tahun. Lanjut jalan terjal yang dulu jalan setapak, disuguhkan sungai hutan dengan bebatuan usia ratusan tahun yang disebut batu ampar.
"Menuju puncak ada air terjun dan tempat kemping," terangnya mahasiswi semester lima.
Pada kesempatan itu, Pokdarwis Kahung raya, Desa Belangian, Aranio, Banjar, Hasriani menceritan asal usul desa ini. Perairan dilewati dulunya desa yang ditenggelamkan untuk kepentingan listrik negara. Akan lebih menguji andrenalin, ada yang disebut Liang Hantu di perairan itu.