Banjir bandang Ternate, 13 orang meninggal dunia dan 6 orang belum ditemukan

Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian 6 orang yang belum ditemukan pasca bencana banjir bandang yang melanda Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara pada Minggu (25/08/2024). Data terakhir, 13 orang meninggal dunia akibat bencana ini dalam pencarian korban pada hari pertama, Minggu kemarin. Hal ini disampaikan oleh Kepala kantor SAR Ternate, Fatur Rahman, dalam wawancara di Radio Elshinta pada Senin (26/08/2024).

Update: 2024-08-26 11:54 GMT
Tim Sar Gabungan melakukan pencarian korban tertimbun longsor usai banjir bandang di Kelurahan Rua Ternate Maluku Utara (Sumber Foto : Basarnas Ternate)

Elshinta.com - Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian 6 orang yang belum ditemukan pasca bencana banjir bandang yang melanda Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara pada Minggu (25/08/2024).

Data terakhir, 13 orang meninggal dunia akibat bencana ini dalam pencarian korban pada hari pertama, Minggu kemarin. Hal ini disampaikan oleh Kepala kantor SAR Ternate, Fatur Rahman, dalam wawancara di Radio Elshinta pada Senin (26/08/2024).

“Dapat kami sampaikan pencarian masih dilaksanakan hingga hari ini. 13 orang meninggal dunia telah ditemukan kemarin dan hari ini masih mencari 6 orang lain yang belum ditemukan sesuai dengan yang dilaporkan,” ujar Fatur.

Hingga saat ini hasil pencarian masih nihil, belum ada korban lain yang ditemukan. Petugas mengerahkan ratusan personil dari TNI/Polri, BPBD dan aparat pemerintah setempat menggunakan alat berat 6 eskavator untuk menggali timbunan lumpur. Diduga 6 orang warga Rua yang belum ditemukan tersebut tertimbun aliran longsor.

“Hari ini kita sudah melaksanakan pencarian sejak pukul 07.00 pagi tadi, namun belum diketemukan. Hasil masih nihil. Kita duga 6 warga ini tertimbun longsor," ungkapnya.

Kelurahan Rua yang merupakan lokasi terjadinya banjir bandang ini berada di lereng dan dekat dengan sungai yang menuju ke aliran pantai. 

“Alat pencarian kami menggunakan Eskavator, ada 6 eskavator  yang digunakan. Tingkat kesulitasn karena badan jalan tertimbun longsor setinggi 3-4 meter. Wilayah yang tertimbun adalah sebagian dari kampung Rua, tidak semua karena luasannya kecil” jelas Fatur.

Musibah banjir bandang terjadi pada Minggu (25/8/2024) pukul 03.30 WIT setelah hujan deras yang tidak kunjung reda sejak Sabtu sore hingga dinihari. Banjir bandang membawa material pasir, batu dan tanah menerjang kelurahan Rua. Data yang dihimpun BNPB, sedikitnya 10 rumah warga rusak dan 2 warga terluka. Selain merusak bangunan, terjangan banjir memutuskan akses jalan raya terputus. (sus/nak)

Tags:    

Similar News