120 pebulutangkis remaja berlaga di Asian School Badminton Championship 

Sebanyak 120 atlet bulutangkis remaja yang berusia di bawah 18 tahun dari tujuh negara berlaga di Asian School Badminton Championship (ASBC) 2024 ke-8.

Update: 2024-08-27 23:10 GMT
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebanyak 120 atlet bulutangkis remaja yang berusia di bawah 18 tahun dari tujuh negara berlaga di Asian School Badminton Championship (ASBC) 2024 ke-8. Kejuaraan itu digelar di GOR USM (Universitas Semarang) mulai 26 Agustus hingga 1 September 2024.

Staf Ahli Bidang Hubungan Pusat dan Daerah Kemenpora, Dwijayanto Sarosa Putera secara resmi membuka kejuaraan tersebut, Senin (26/8/2024).

ASBC 2024 diikuti oleh peserta dari tujuh negara di Asia, seperti   Brunei Darusalam, Hong Kong (China), Malaysia, Singapura, Sri Lanka, Thailand, dan Indonesia. Tuan rumah Indonesia menurunkan 16 atlet yang terdiri dari 8 putra dan  8 Putri

“Kami berharap ajang kejuaraan ini dapat menjadi sarana bagi para pelajar untuk terus meningkatkan prestasi di cabang olahraga bulutangkis dan juga untuk menjalin persahabatan di antara para pelajar di Asia dan dunia,” katanya.

Menurutnya, event seperti ini sangat penting untuk mengasah keterampilan dan kemampuan para pelajar. Diharapkan event-event serupa terus digelar di masa depan agar kemampuan para pelajar Indonesia akan semakin baik.

Dwijayanto menegaskan bahwa pencapaian prestasi olahraga di tingkat dunia tidak bisa diraih secara instan, melainkan melalui pembinaan yang berjenjang dan berkelanjutan.

"Kami ingin, para pelajar yang berpartisipasi dalam event ini kelak akan menjadi pebulutangkis dunia yang bisa meraih medali emas di tingkat dunia," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Selasa (27/8).

ASBC 2024 diikuti oleh peserta dari 7 negara di Asia, seperti   Brunei Darusalam, Hong Kong (China), Malaysia, Singapura, Sri Lanka, Thailand, dan Indonesia. Tuan rumah Indonesia menurunkan 16 atlet yang terdiri dari 8 putra dan  8 Putri

Sementara itu untuk mendukung pelaksanaan Asian School Badminton Championship (ASBC) 2024, Ketua Panitia Pelaksana Luhur Dewantoro menegaskan pentingnya penerapan standar kesehatan yang ketat sesuai dengan kebijakan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Kami sangat berhati-hati dalam memastikan unsur kesehatan di setiap tahapan kegiatan, melibatkan berbagai pihak terkait untuk menjamin keselamatan para peserta. Kami melibatkan dinas kesehatan setempat serta dua dokter spesialis dari Kementerian Pemuda dan Olahraga," katanya.

"Mereka juga didampingi oleh rekan-rekan dokter dari dinas kesehatan dan dilengkapi dengan dua buah ambulans yang memiliki defibrillator jantung,"  lanjut  Luhur.

Selain itu dua rumah sakit rujukan yang berjarak sekitar 5-10 menit dari lokasi acara juga disiapkan  guna menangani situasi darurat dengan cepat.

Selain itu, bimbingan teknis terkait bantuan hidup dasar telah diberikan kepada para wasit oleh tim medis, sebagai bagian dari upaya memastikan bahwa penanganan pertama di lapangan dilakukan secara tepat.

"Kami sangat konsisten dalam menerapkan standar ini dan berharap agar standar yang telah kami tetapkan ini akan terus dilaksanakan dalam setiap event di Indonesia," tambahnya.

Penerapan standar kesehatan yang ketat ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta dan panitia yang terlibat dalam ASBC 2024, sekaligus menjadi contoh bagi pelaksanaan event olahraga lainnya di Indonesia. 

Tags:    

Similar News