UBK jadi garda terdepan pencabutan TAP MPRS 33/1967

Ketua Umum Yayasan Pendidikan Soekarno, M Marhaendra Putra yang akrab dipanggil Mas Dade, menyambut baik pencabutan TAP MPRS No. XXXIII/MPRS/1967 yang menyatakan tuduhan kepada Presiden Soekarno memberikan kebijakan dan terlibat dalam G-30 S/PKI 1965.

Update: 2024-09-11 14:23 GMT
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com

Elshinta.com - Ketua Umum Yayasan Pendidikan Soekarno, M Marhaendra Putra yang akrab dipanggil Mas Dade, menyambut baik pencabutan TAP MPRS No. XXXIII/MPRS/1967 yang menyatakan tuduhan kepada Presiden Soekarno memberikan kebijakan dan terlibat dalam G-30 S/PKI 1965.

Hal tersebut disampaikan Mas Dade dalam memberikan sambutannya pada acara launching buku yang bertajuk Bunga Rampai Bulan Bung Karno Refleksi Membangun Karakter Bangsa di Auditorium Perpustakaan Nasional Jakarta.

Bahkan dalam sambutannya cucu dari Presiden Bung Karno tersebut menegaskan Universitas Bung Karno (UBK) sebagai garda terdepan yang meminta pencabutan TAP MPRS XXXIII/1967 yang dilakukan (alm) Rahmawati pasca lengsernya Presiden Soeharto pada tahun 1999.

"Sebenarnya UBK menjadi garda terdepan dalam meminta pancabutan TAP MPRS XXXIII/1976 sudah dilakukan oleh alm Ibu Rahmawati sebagai ketua umum Yayasan Soekarno pada tahun 1999 atau pasca lengsernya Presiden Soeharto." kata Mas Dade dalam sambutannya. Selasa (10/9/2024).

Pasca pencabutan TAP MPRS XXXIII/1967 tersebut. UBK bertekad menjadi garda terdepan lagi untuk memulihkan nama baik Bung Karno melalui penerbitan buku seperti saat ini, dan mengembangkan pembelajaran mata kuliah Ajaran Bung Karno (ABK) kepada mahasiswa di kampus UBK, tututpnya.

Acara launching buku yang digelar oleh ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UBK itu sendiri dihadiri oleh Rektor UBK Didik Suhariyanto,  mahasiswa dan para penulis buku selain dosen dari internal UBK, juga dihadiri penulis dari akademisi kampus lainnya seperti Universitas Diponegoro, Universitas Guna Darma, Universitas Nahdatul Jakarta Ulama, Universktas Muhamadiyah Maluku Utara, dan Universitas 17 Agustus Semarang.

Tags:    

Similar News