Ada beasiswa dan penempatan tugas, mahasiswa incar Program PPG
Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan program pendidikan yang diselenggarakan untuk calon guru dan guru yang sudah aktif mengajar. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru.
Elshinta.com - Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan program pendidikan yang diselenggarakan untuk calon guru dan guru yang sudah aktif mengajar. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru.
Mahasiswa yang mengambil program PPG, paska lulus akan mendapat gelar guru profesional GR sertifikatnya sama dengan akta 4 namun sekarang bergelar Gr yang akan ditempatkan di belakang gelar sarjana mereka
Di Jawa Barat salah satu kampus yang membuka program PPG adalah Universitas Majalengka (Unma). Unma bersama sejumlah perguruan tinggi di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan), telah menyelenggarakan program PPG, yang disambut antusias ratusan mahasiswa lintas wilayah dari seluruh Indonesia.
"Untuk LPTK Universitas Majalengka, tahun akademik 2024/2025 ini hampir 900 mahasiswa baru telah memilih prodi PPG baik mahasiswa PPG dalam jabatan (daljab) maupun mahasiswa Pra Jabatan (prajab)," kata Dr. Didik Subhakti Prawira Raharja, selaku anggota tim pengelola PPG Unma, Kamis (12/9).
Didik juga menjelaskan, untuk saat ini LPTK Unma baru membuka 5 program studi yang bisa dipilih oleh mahasiswa baru diantaranya adalah PGSD, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Bahasa Indonesia dan Pendidikan Bahasa Inggris.
"Nah khususnya Unma kita ada lima program studi yang membuka profesi itu, ada PGSD, pendidikan matematika, pendidikan biologi, pendidikan bahasa Indonesia dan pendidikan bahasa inggris, jadi untuk sementara baru 5 prodi untuk Unma," kata Didik.
"Namun tidak menutup kemungkinan dikemudian hari itu akan bertambah baik pendidikannya maupun untuk vokasi, jadi untuk vokasi itu untuk di SMK arahnya lebih kesana," sambungnya.
Selain itu kata dia, untuk tahun ini Unma membuka dua program yaitu PPG dalam Jabatan dan PPG Pra jabatan
"Nah kemudian di ppg itu ada dua program. Yang pertama namanya ppg guru tertentu, kalau dulu disebut PPG dalam jabatan, untuk ppg dalam jabatan itu, mahasiswanya adalah para guru yang sudah ada di sekolah, sudah mengajar sudah mempunya NUPTK,' jelasnya
Kemudian untuk pra jabatan, kata Didik yaitu guru yang pas graduate atau guru yang tidak punya pengalaman di sekolah, belum punya NUPTK, (dia) bisa masuk melalui pra jabatan. Kalau sekarang istilahnya sudah berubah PPG untuk calon guru.
Didik juga menambahkan, mahasiswa yang telah lukis akan ada penempatan, awalnya penempatan atau floating itu melihat dari domisili terdekat dari mahasiswa itu, dulunya kata Didik dari domisili, mahasiswanya memilih kampus mana yang ingin ia tempatkan jadi ada skema lain, skema lain itu bahwa ketika mau mendaftar PPG calon guru ini, dia mulai ditanya diawal lembar itu untuk pengabdiannya mau dimana.
"Ketika dia mengambil pengabdiannya (yang) dia anggap di wilayah dia, setelah lulus dia harus mengabdi disana , kalau penempatan di wilayah 3 (misalnya) dia akan ditempatkan di LPTK yang terdekat jadi tidak ada peluang untuk pulang lagi ke daerah awal," kata dia.
"Jadi ketika dia lulus dia langsung bekerja di daerah itu. Tetapi kenapa sekarang jadi nasional, karena masih terbatas LPTK yang melaksanakan PPG ini, walaupun dati jumlah sudah mendekati 150 LPTK se indonesia tetapi masih ada keterbatasan dari prodi yang ada di LPTK itu," ungkap Didik seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Jumat (13/9).
Masih dikatakannya, hampir 900 mahasiswa PPG mereka belajar secara mandiri sementara saat ujian, pengawasan dilakukan oleh LPTK Unma.
"Untuk Daljab pelaksanaanya hanya dua bulan, satu bulan pembelajaran satu bulan ujian, untuk prajab calon guru pelaksanaan satu tahun, dan semuanya beasiswa," pungkasnya.
Sementara ketua tim pengelola PPG Unma, Jaka Sulaksana, SP, M,Si, Ph. D mengatakan Bagi Universitas Majalengka, penyelenggaraan PPG Prajabatan 2024 merupakan bentuk komitmen untuk turut meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
"Universitas Majalengka siap memfasilitasi para calon guru untuk mengikuti program ini dengan menyediakan tim dosen yang berpengalaman dan berkompeten, serta fasilitas belajar yang lengkap dan modern.," tandasnya.