BPBD Kudus ajak santri sadar bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menggelar kegiatan di pondok pesantren (ponpes) untuk memberikan edukasi kepada para santri untuk tanggap bencana yang terjadi.

Update: 2024-10-07 21:11 GMT
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menggelar kegiatan di pondok pesantren (ponpes) untuk memberikan edukasi kepada para santri untuk tanggap bencana yang terjadi.

Sebab pelatihan ini sangat penting mengingat di sejumlah ponpes pernah terjadi bakaran maupun bencana lainnya seperti gempa bumi.

Menurut Kepala BPBD Kabupaten Kudus Mundir, mitigasi tanggap darurat adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Hal ini sesuai Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, salah satunya adalah menyiapkan, memberikan penyuluhan, melatih dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dan tanggap atas bencana yang akan terjadi.

"Makanya santri juga kita ajak sadar bencana," ujar Mundir seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (7/10).

Kali ini BPBD Kudus memberikan pelatihan tanggap darurat kebencanaan dan praktek kepada santri putri di Pondok Tahfidh Yanaabii'ul Qur'an di Dukuh Sambeng, Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. 

Salah satu staf BPBD Kabupaten Kudus yang memberikan pelatihan Johan Supriyono menjelaskan jika penting para santri diberikan pelatihan sebab Kabupaten Kudus kategori rawan bencana baik itu kebakaran, longsor, banjir maupun gempa bumi sehingga kedepannya pihaknya berharap seluruh warga pondok di Kabupaten Kudus menjadi santri sadar bencana.

"Kami berikan pelatihan bagaimana cara memadamkan api saat terjadi kebakaran sebab kejadian ini yang paling sering terjadi", imbuhnya. 

Tags:    

Similar News